Ekonomi RI Hadapi Ujian Kadin Beri Solusi

Ekonomi RI Hadapi Ujian Kadin Beri Solusi

55tv.co.id – Dunia usaha Indonesia tengah menyoroti serius kondisi sektor manufaktur yang menunjukkan sinyal pelemahan. Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia baru-baru ini tercatat menurun memicu kekhawatiran. Namun Ketua Kamar Dagang dan Industri Kadin Indonesia Anindya Bakrie optimis ada jalan keluar dan potensi pemulihan bertahap melalui percepatan program industrialisasi berkelanjutan.

COLLABMEDIANET

Anindya Bakrie, yang akrab disapa Anin, menegaskan bahwa menggiatkan perdagangan akan menjadi magnet bagi investasi di sektor industri. Hal ini, menurutnya, krusial untuk memperkuat fondasi manufaktur nasional. Kadin mendorong agar industrialisasi tidak hanya fokus pada komoditas mineral strategis seperti nikel tembaga dan bauksit. Namun juga harus meluas ke sektor pertanian hingga pemanfaatan teknologi data yang bisa diolah menjadi nilai ekonomi tinggi. Diversifikasi sektor berbasis nilai tambah ini menjadi kunci utama untuk menjaga daya saing industri dalam negeri.

Ekonomi RI Hadapi Ujian Kadin Beri Solusi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pernyataan tersebut disampaikan Anin usai pertemuan penting dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Rumah Dinas Widya Chandra Jakarta pada Jumat 24 Juli 2026. Ia meyakini bahwa sektor manufaktur Indonesia masih memiliki ketahanan dan prospek kebangkitan yang kuat di tengah gejolak pasar global.

Menurut Anin penguatan industri pengolahan di tanah air hanya tinggal menunggu momentum. Ini seiring dengan tingginya minat investor dan pelaku perdagangan terhadap Indonesia. "Selama kita terus menjadi tujuan favorit untuk berbisnis dan berinvestasi industrialisasi kita pasti bisa tumbuh kembali jika difokuskan dengan benar" ujarnya.

Data terbaru dari S&P Global menunjukkan PMI Manufaktur Indonesia pada Juni 2026 merosot ke angka 46,9 dari 50,0 di bulan Mei 2026. Angka di bawah 50 ini mengindikasikan adanya kontraksi atau perlambatan aktivitas manufaktur. Sementara itu Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia PMI-BI untuk kuartal II 2026 juga turun menjadi 51,43% dari 52,03% pada kuartal sebelumnya. Meskipun menurun indeks PMI-BI ini masih berada di zona ekspansi karena angkanya tetap di atas 50%.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar