55 NEWS – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan performa impresifnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menembus level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan hari ini. Lonjakan signifikan ini mendapat apresiasi tinggi dari Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN. Menurutnya, rebound IHSG adalah cerminan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan pasar Indonesia.

Related Post
Penguatan indeks secara dominan ditopang oleh kinerja gemilang saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sektor-sektor strategis seperti pertambangan, perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta telekomunikasi melalui Telkom, menjadi motor utama penggerak pasar. Sejak sesi pembukaan, saham-saham BUMN mencatatkan akumulasi volume beli yang masif, baik dari investor domestik maupun asing. Saham BUMN di sektor pertambangan, misalnya, berhasil melonjak hingga kisaran 7 persen, menandakan optimisme pasar yang tinggi.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja positif IHSG yang hari ini berhasil kembali menembus level 6.000," ujar Dony Oskaria di Jakarta, Jumat (12/6/2026). "Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar dan investor yang terus menaruh kepercayaan tinggi pada pasar modal Indonesia, dan secara khusus pada saham-saham BUMN."
Kepercayaan pasar terhadap ketahanan dan profitabilitas BUMN menjadi katalis utama yang membalikkan arah IHSG ke zona hijau, sekaligus memberikan sentimen positif yang kuat bagi keseluruhan pasar modal Tanah Air. Dony menekankan bahwa BUMN terbukti menjadi jangkar stabilitas ekonomi, bahkan di tengah gejolak global.
Kebangkitan IHSG dan penguatan nilai tukar rupiah hari ini juga tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis yang diambil oleh pemerintah bersama otoritas terkait. Salah satu kebijakan krusial adalah keputusan Bank Indonesia (BI) pada 9 Juni 2026 yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen. Langkah proaktif ini dinilai berhasil memperkuat kepercayaan pasar, memberikan stimulus bagi aktivitas ekonomi, dan mendorong investasi di tengah dinamika global. Kombinasi faktor internal yang kuat dari kinerja BUMN dan kebijakan moneter yang adaptif menjadi resep mujarab bagi kebangkitan pasar modal Indonesia.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar