55 NEWS – Danantara Investment Management (DIM) baru saja mencetak sejarah di pasar keuangan global. Dalam debut penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS, entitas investasi strategis Indonesia ini berhasil menghimpun dana fantastis sebesar USD1,5 miliar, atau setara dengan Rp26,8 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.906 per USD). Yang menarik, dominasi investor dari Amerika Serikat (AS) dalam aksi korporasi ini menjadi sorotan utama, menandakan kuatnya kepercayaan global terhadap prospek Danantara.

Related Post
Data alokasi menunjukkan bahwa investor Negeri Paman Sam menjadi pemain kunci. Untuk seri obligasi dengan tenor 10 tahun, porsi serapan mereka mencapai 52 persen dari total alokasi. Sementara itu, pada seri tenor lima tahun, partisipasi investor AS juga signifikan, mencapai 38 persen.

Berdasarkan lembar fakta (factsheet) penerbitan obligasi global Danantara yang diperoleh 55tv.co.id, distribusi investor untuk seri 10 tahun didominasi oleh Amerika Serikat dengan 52 persen. Disusul oleh investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) sebesar 31 persen, serta kontributor dari Asia yang menyumbang 17 persen. Untuk seri lima tahun, komposisi sedikit berbeda, di mana investor dari EMEA memimpin dengan 41 persen, diikuti oleh Amerika Serikat 38 persen, dan Asia 21 persen.
Tingginya antusiasme, khususnya dari investor AS, bukan sekadar angka. Ini adalah indikator kuat akan tingginya kepercayaan pasar keuangan internasional terhadap visi dan prospek Danantara. Sebagai kendaraan investasi yang terkait dengan negara (sovereign-linked investment vehicle) Indonesia, yang baru saja dibentuk melalui payung hukum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, Danantara dipandang memiliki fundamental yang kokoh dan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.
Secara keseluruhan, penerbitan obligasi perdana Danantara melalui Danantara Investment Management ini menuai respons luar biasa. Nilai puncak orderbook tercatat mencapai sekitar USD4,6 miliar, melampaui lebih dari tiga kali lipat dari target nilai penerbitan awal yang hanya USD1,5 miliar. Permintaan masif ini datang dari beragam investor institusi terkemuka yang tersebar di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar