55 NEWS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menerapkan efisiensi dalam penggunaan gas elpiji. Seruan ini muncul di tengah eskalasi ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengguncang stabilitas pasokan energi dunia, terutama mengingat tingginya ketergantungan Indonesia pada impor LPG yang mencapai sekitar 70% dari total kebutuhan nasional.

Related Post
Bahlil menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam konsumsi energi rumah tangga sebagai langkah mitigasi risiko. "Kami betul-betul meminta bantuan rakyat dalam memakai energi secara bijaksana. Jika masakan sudah matang, kompor gas harus segera dimatikan. Jangan boros," ujar Bahlil, menyoroti praktik sederhana yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan energi negara di tengah tekanan global.

Situasi geopolitik yang memanas, khususnya konflik di Timur Tengah, menjadi perhatian serius pemerintah. Bahlil menjelaskan bahwa gejolak tersebut berpotensi besar mengganggu rantai pasok energi global, yang pada gilirannya dapat memicu lonjakan harga dan kelangkaan pasokan di pasar internasional. Untuk mengantisipasi skenario terburuk, pemerintah terus berupaya keras mengamankan suplai LPG dari berbagai mitra negara sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi domestik guna menekan laju ketergantungan impor.
Meskipun demikian, Menteri ESDM menegaskan bahwa upaya mitigasi dan strategi pemerintah tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Efisiensi penggunaan energi, khususnya LPG untuk keperluan rumah tangga, menjadi kunci kolaborasi antara pemerintah dan rakyat dalam menjaga stabilitas energi nasional. "Kontribusi sekecil apa pun dari setiap rumah tangga dalam menghemat energi akan sangat berarti bagi ketahanan energi kita di masa depan," pungkasnya, menekankan urgensi peran serta publik dalam menghadapi tantangan energi global.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar