55 NEWS – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam inovasi keuangan syariah dengan meluncurkan program Green Zakat. Melalui inisiatif revolusioner ini, BSI tidak hanya mengajak masyarakat menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga mengubah tumpukan sampah anorganik menjadi aset berharga, bahkan setara dengan tabungan emas. Konsep ekonomi sirkular yang diusung dalam program Waste Management ini dirancang untuk memberdayakan mustahik sekaligus menawarkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan dan sosial yang kian mendesak.

Related Post
Sebagai entitas perbankan syariah terbesar di Tanah Air, BSI memandang zakat lebih dari sekadar rukun Islam. Ia adalah instrumen strategis yang mampu mendorong terciptanya kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan. Sejak proses merger hingga tahun 2025, BSI, bekerja sama dengan BAZNAS RI, telah mengalirkan dana zakat sekitar Rp1 triliun. Dana jumbo ini dialokasikan untuk beragam program vital di sektor ekonomi, pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Proyeksi menunjukkan, nilai kemanfaatan ini akan terus melambung seiring dengan akselerasi kinerja perseroan.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menegaskan bahwa inovasi dalam tata kelola zakat adalah kunci esensial untuk memperluas jangkauan dampak sosial sekaligus menjawab urgensi agenda pembangunan berkelanjutan. "Zakat memiliki peranan strategis yang fundamental dalam mereduksi angka kemiskinan, memperkokoh resiliensi ekonomi, serta menginisiasi dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Bob, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan, "BSI berkeyakinan penuh bahwa pengelolaan zakat yang inovatif dapat menyuguhkan manfaat yang jauh lebih komprehensif, tidak hanya bagi para penerima manfaat, tetapi juga bagi komunitas yang lebih luas dan ekosistem lingkungan secara keseluruhan."
Melalui Program BSI Waste Management, dana zakat dioptimalisasi untuk memberdayakan para mustahik di sektor pengelolaan limbah. Sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan kemudian dipilah secara cermat dan diolah menjadi beragam produk bernilai tambah yang memiliki daya jual tinggi. Mulai dari goodie bag yang stylish, plakat yang artistik, hingga kursi dan meja hasil daur ulang yang fungsional, semua menjadi bukti nyata potensi ekonomi dari limbah. Model pemberdayaan ini secara efektif membuka keran peluang usaha baru, menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan, dan secara signifikan mendorong kemandirian ekonomi bagi para mustahik, mengubah mereka dari penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi produktif. Inisiatif Green Zakat BSI ini bukan sekadar program, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen perbankan syariah untuk menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan multidimensional, baik bagi individu, masyarakat, maupun kelestarian bumi.
Editor: Akbar soaks








Tinggalkan komentar