55 NEWS – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, berencana melakukan pertemuan penting dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada Kamis, 7 Agustus 2025. Pertemuan ini dipicu oleh temuan mengejutkan terkait dana bantuan sosial (bansos) senilai Rp2,1 triliun yang terparkir di rekening-rekening tidak aktif atau dormant.

Related Post
PPATK sebelumnya telah melaporkan adanya indikasi dana bansos dalam jumlah fantastis tersebut mengendap di lebih dari 10 juta rekening dormant. Gus Ipul mengungkapkan bahwa pihaknya baru menerima data awal terkait 600.000 penerima bansos yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online (judol). Dari jumlah tersebut, sekitar 228.000 penerima telah dihentikan penyaluran bansosnya sejak triwulan ketiga tahun ini. Sementara sisanya, lebih dari 300.000 penerima, masih dalam proses investigasi lebih lanjut.

Mensos menegaskan bahwa sesuai dengan regulasi yang berlaku, dana bansos yang tidak dicairkan oleh penerima dalam kurun waktu 3 bulan 15 hari akan secara otomatis ditarik kembali ke kas negara. "Sebenarnya ada aturan ya, kalau sampai ngendon selama lebih dari 3 bulan lebih 15 hari itu akan ditarik lagi. Otomatis akan ditarik lagi. Karena memang tentu penerima bansos ini sesungguhnya mereka yang membutuhkan ya. Jadi kalau menerima ya mestinya langsung diambil," jelas Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyatakan akan berkoordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menindaklanjuti temuan ini. "Ya, besok saya masih akan koordinasi lagi lah dengan Himbara juga. Nanti kita akan koordinasi, kita akan tindaklanjuti. Tunggu hasil besok aja ya, kalau dengan PPATK," pungkasnya. Masyarakat menanti hasil pertemuan antara Mensos dan PPATK, berharap agar dana bansos yang seharusnya menjadi hak masyarakat miskin dapat disalurkan secara tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar