Geger! Harga BBM Nonsubsidi Melejit Rp17.850 per Liter Mulai 1 April 2026? Pertamina Akhirnya Buka Suara, Ini Fakta Mengejutkan di Balik Kabar Viral!

55 NEWS – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang santer beredar di masyarakat, khususnya mengenai Pertamax yang disebut-sebut akan melonjak drastis menjadi Rp17.850 per liter mulai 1 April 2026, telah memicu keresahan publik. Kabar ini mengemuka di tengah gejolak harga minyak dunia yang kembali panas, menyentuh level USD115 per barel, dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik antara AS dan Iran. Spekulasi liar ini sontak membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai kebenaran informasi tersebut dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

COLLABMEDIANET

Viralnya Data Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi yang Menghebohkan

Geger! Harga BBM Nonsubsidi Melejit Rp17.850 per Liter Mulai 1 April 2026? Pertamina Akhirnya Buka Suara, Ini Fakta Mengejutkan di Balik Kabar Viral!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah dokumen yang diklaim bersifat rahasia, memproyeksikan kenaikan harga BBM Pertamina nonsubsidi secara signifikan mulai besok, Selasa (1/4/2026). Dalam data tersebut, harga Pertamax diprediksi melonjak Rp5.550, dari semula Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter.

Tak hanya Pertamax, jenis BBM nonsubsidi lainnya juga disebut-sebut akan mengalami penyesuaian harga yang tak kalah fantastis. Pertamax Green, misalnya, diproyeksikan naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari harga awal Rp12.900. Sementara itu, Pertamax Turbo dikabarkan merangkak Rp6.350 menjadi Rp19.450 per liter dari Rp13.100 per liter.

Untuk kategori diesel, kenaikan yang diusulkan bahkan lebih tinggi. Pertamina Dex diperkirakan naik Rp9.450 menjadi Rp23.950 per liter dari Rp14.500 per liter, dan Dexlite melonjak Rp9.450 menjadi Rp23.650 per liter dari Rp14.200 per liter.

Dokumen yang beredar tersebut juga menguraikan beberapa faktor pemicu kenaikan harga ini. Salah satunya adalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sebesar 0,34 persen, dari Rp16.819 per Dolar AS menjadi Rp16.877 per Dolar AS. Selain itu, kenaikan signifikan pada Harga Indeks Pasar (HIP) Gasoline RON 92 sebesar 62,44 persen (dari USD73,91 menjadi USD120,06 per barel) dan HIP Gasoil 250ppm sebesar 90,65 persen (dari USD87,23 menjadi USD166,31 per barel) juga disebut sebagai kontributor utama.

Keterangan dalam dokumen tersebut secara eksplisit mengaitkan skema kenaikan harga Gasoline dan Gasoil ini dengan tren HIP, yang sejalan dengan arahan pemerintah untuk efisiensi energi. Hal ini disebut sebagai respons terhadap situasi perang AS-Israel versus Iran yang memicu lonjakan ekstrem harga minyak dunia dan menyebabkan gangguan pasokan hingga 20 persen di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global.

Pertamina Buka Suara: Informasi Tidak Berdasar!

Menanggapi riuhnya spekulasi dan keresahan di masyarakat, PT Pertamina (Persero) melalui Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, dengan tegas menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dikabarkan berlaku mulai 1 April 2026.

Baron menekankan bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar luas di berbagai platform media sosial adalah tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk pada kanal-kanal resmi Pertamina guna mendapatkan informasi yang akurat dan valid mengenai harga BBM.

Lebih lanjut, Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat dapat menggunakan energi secara bijak dan efisien. Hal ini menjadi krusial di tengah dinamika pasar energi global yang penuh tantangan, di mana fluktuasi harga minyak dunia dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi domestik.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah termakan isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Informasi resmi mengenai kebijakan harga BBM akan selalu disampaikan melalui saluran komunikasi resmi Pertamina, bukan melalui dokumen yang tidak jelas sumbernya atau kabar burung di media sosial.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar