55 NEWS – Jakarta – Dinamika pasar bahan bakar minyak (BBM) kembali memanas setelah PT Pertamina Patra Niaga merespons lonjakan signifikan konsumen yang beralih dari Pertamax ke Pertalite. Fenomena ini terjadi menyusul kenaikan harga Pertamax yang kini menyentuh angka Rp16.250 per liter. Menanggapi pergeseran preferensi masyarakat ini, Pertamina Patra Niaga dengan sigap memastikan bahwa pasokan BBM subsidi jenis Pertalite tetap terjaga dan tersedia secara memadai di seluruh penjuru negeri.

Related Post
Distribusi Pertalite ke seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan berjalan normal, sesuai dengan mandat penugasan dari pemerintah. Keberlangsungan pasokan ini ditopang oleh sistem logistik dan infrastruktur Pertamina yang terintegrasi secara komprehensif, memastikan ketersediaan di setiap sudut wilayah Indonesia.

Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, dalam keterangannya kepada 55tv.co.id pada Sabtu (13/6/2026), menegaskan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok energi. "Kami terus memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal," ujar Roberth. Ia menambahkan bahwa upaya ini didukung oleh infrastruktur vital seperti terminal BBM, lembaga penyalur, fasilitas penyimpanan, armada distribusi yang luas, serta sistem monitoring terintegrasi yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya jelas: menjamin kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan dan tanpa hambatan.
Lebih lanjut, Roberth menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga secara aktif melakukan pemantauan stok dan penyaluran BBM secara real-time di seluruh wilayah operasional. "Ini adalah langkah krusial untuk memastikan setiap fluktuasi permintaan dapat direspons dengan cepat, sehingga kebutuhan dasar masyarakat akan energi tetap terpenuhi dengan optimal," imbuhnya.
Dengan dukungan jaringan infrastruktur energi yang membentang luas dari Sabang hingga Merauke, Pertamina memiliki kapabilitas untuk menjaga keandalan pasokan dan melancarkan respons cepat. "Apabila terjadi peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga," tegas Roberth, mengutip pernyataan yang sebelumnya ia sampaikan. Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama dengan delapan Cabang Kantor Wilayah (Regional 1-8) yang menjadi ujung tombak operasi di lapangan. Hal ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah antisipatif guna memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan tanpa kendala. Komitmen Pertamina Patra Niaga ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat di tengah gejolak harga BBM dan memastikan stabilitas pasokan energi nasional.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar