55 NEWS – Hartono Bersaudara kembali mengukuhkan dominasi mereka sebagai individu paling tajir di Indonesia. Laporan terbaru dari Forbes untuk tahun 2025 secara resmi menempatkan R. Budi Hartono dan Michael Hartono di puncak daftar orang terkaya di Tanah Air, sebuah posisi yang mereka pertahankan dengan kekayaan yang mencapai angka fantastis, meskipun ada dinamika menarik di balik nominal tersebut.

Related Post
Daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2025 mencatat lonjakan kekayaan kolektif yang signifikan. Total akumulasi harta para miliarder ini mencapai USD306 miliar, atau setara dengan Rp5.107,75 triliun (dengan kurs Rp16.692 per USD). Angka ini menunjukkan peningkatan substansial dibandingkan tahun sebelumnya, 2024, yang tercatat sebesar USD263 miliar. Kenaikan drastis ini diyakini didorong oleh performa cemerlang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Meskipun menduduki peringkat pertama, harta kekayaan Hartono Bersaudara tercatat sebesar USD43,8 miliar, atau sekitar Rp731,10 triliun. Menariknya, angka ini justru menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD50,3 miliar. Fenomena ini menjadi sorotan para analis ekonomi, mengingat posisi mereka yang tetap tak tergoyahkan di puncak daftar meskipun terjadi koreksi nilai aset. Ini menunjukkan kekuatan fundamental dan diversifikasi bisnis yang solid, yang mampu menahan gejolak pasar.
Mayoritas pundi-pundi kekayaan Hartono Bersaudara berasal dari investasi strategis mereka di Bank Central Asia (BCA), salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Keluarga Hartono mengakuisisi saham mayoritas BCA dari keluarga Salim pasca krisis ekonomi Asia pada periode 1997-1998, sebuah langkah yang terbukti visioner dan menjadi fondasi utama imperium bisnis mereka. Selain itu, pilar kekayaan mereka juga ditopang oleh Djarum, produsen rokok kretek legendaris yang didirikan oleh ayah mereka. Bisnis rokok ini kini dikelola oleh generasi penerus, dengan Victor Hartono menjabat sebagai Direktur Utama PT Djarum.
Diversifikasi bisnis Hartono Bersaudara tidak berhenti di situ. Mereka juga memiliki portofolio properti yang luas di Jakarta, serta merek elektronik Polytron yang kini agresif merambah pasar kendaraan listrik, menunjukkan adaptasi terhadap tren industri masa depan. Ekspansi terbaru yang signifikan adalah di sektor e-commerce, melalui Global Digital Niaga, induk perusahaan raksasa Blibli. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp8 triliun (setara USD510 juta) melalui penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2022, menjadikannya IPO terbesar kedua di Indonesia pada saat itu dan menegaskan visi mereka dalam menggarap potensi ekonomi digital.
Demikian laporan yang dirilis oleh Forbes, sebagaimana dikutip oleh 55tv.co.id, Jakarta, pada Selasa (16/12/2025).
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar