55 NEWS – Indonesia ternyata menyimpan potensi sumber energi nuklir yang sangat besar di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Data terbaru mengungkap, terdapat sekitar 24.112 ton uranium yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penemuan ini tentu menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah untuk diversifikasi sumber energi dan mencapai target net zero emission.

Related Post
Penemuan uranium ini tercatat dalam Atlas Geologi Sumber Daya Mineral dan Energi. Potensi ini semakin mengukuhkan Kalimantan Barat sebagai salah satu wilayah yang kaya akan sumber daya energi, selain batu bara, tenaga air, biomassa, dan biogas.

Pemerintah sendiri telah memasukkan rencana pembangunan PLTN dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025-2034. Dokumen tersebut secara eksplisit menyebutkan potensi uranium di Kabupaten Melawi sebagai salah satu sumber energi primer untuk PLTN.
Namun, pemanfaatan uranium ini masih menunggu lampu hijau dari pemerintah, yang tentunya akan didasarkan pada studi kelayakan yang komprehensif. PLN sendiri berkomitmen untuk mendukung program transisi energi melalui Program Accelerated Renewable Energy Development (ARED), dengan memanfaatkan potensi sumber energi primer yang ada di Kalimantan Barat.
Dalam RUPTL juga digarisbawahi bahwa pembangunan dan pengoperasian PLTN harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat, termasuk jaminan pasokan bahan bakar nuklir, pengelolaan limbah radioaktif yang aman, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan rekomendasi dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya telah melakukan survei dan studi tapak PLTN di beberapa lokasi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi kegempaan, potensi bahaya gunung api, dan keberadaan sesar permukaan. Hasilnya, terdapat 28 wilayah potensial yang dapat dibangun PLTN dengan kapasitas total hingga 70 GW.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan sistem kelistrikan nasional, potensi PLTN pada tahap awal direncanakan akan dibangun di Sistem Sumatera dan Kalimantan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar