55tv.co.id – Pasar modal Indonesia menghadapi hari yang berat pada Selasa 28 Juli 2026 Indeks Harga Saham Gabungan IHSG terpukul keras mengakhiri sesi perdagangan dengan pelemahan signifikan nyaris satu persen Penutupan pasar menunjukkan IHSG terjungkal 5519 poin atau setara 089 persen ke level 6130

Related Post
Sentimen negatif menyelimuti lantai bursa terlihat dari dominasi saham yang bergerak di zona merah Sebanyak 380 emiten mengalami koreksi harga sementara hanya 281 saham yang berhasil menguat Sebanyak 304 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan berarti Aktivitas perdagangan hari itu mencatat total transaksi mencapai Rp108 triliun dengan volume 25 miliar saham yang berpindah tangan

Koreksi tidak hanya menimpa IHSG Sejumlah indeks acuan lain juga ikut terperosok Indeks LQ45 merosot 074 persen ke 608 Indeks Jakarta Islamic Index JII anjlok lebih dalam 144 persen ke 364 Sementara itu Indeks IDX30 turun 080 persen ke 342 dan Indeks MNC36 melemah 107 persen ke 264 Hampir seluruh sektor industri mengalami tekanan kecuali sektor konsumer non-siklikal yang menjadi satu-satunya yang mampu bertahan di zona hijau Sektor energi bahan baku infrastruktur properti transportasi keuangan industri teknologi konsumer siklikal dan kesehatan semuanya terpantau merah
Di tengah gejolak pasar beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers PT Kobexindo Tractors Tbk KOBX melesat 3378 persen mencapai Rp198 Disusul PT Alakasa Industrindo Tbk ALKA yang melonjak 2473 persen ke Rp1715 PT Dwi Guna Laksana Tbk DWGL juga tak kalah impresif dengan kenaikan 2435 persen mencapai Rp285 Namun di sisi lain ada pula saham-saham yang harus menelan pil pahit sebagai top losers PT Maha Properti Indonesia Tbk MPRO anjlok 1490 persen ke Rp12275 PT Puri Sentul Permai Tbk KDTN juga terpuruk 1489 persen ke Rp320 Serta Ciptadana Asset Management yang terkoreksi 1385 persen ke Rp56








Tinggalkan komentar