Geger! Ribuan Buruh Otomotif di Ambang PHK Massal, Pabrik Raksasa Jepang Pindah ke Vietnam: Ada Apa dengan Iklim Investasi Indonesia?

Geger! Ribuan Buruh Otomotif di Ambang PHK Massal, Pabrik Raksasa Jepang Pindah ke Vietnam: Ada Apa dengan Iklim Investasi Indonesia?

55 NEWS – Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal membayangi sekitar 7.000 pekerja di sektor komponen otomotif di Jawa Timur. Situasi genting ini mencuat setelah dua perusahaan manufaktur asal Jepang mengisyaratkan rencana relokasi basis produksi mereka dari Indonesia ke Vietnam. Kabar ini disampaikan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, memicu kekhawatiran serius mengenai daya saing industri dan stabilitas ketenagakerjaan nasional.

COLLABMEDIANET

Menurut Said Iqbal, potensi PHK ini sangat mungkin terjadi di dua entitas perusahaan otomotif yang beroperasi di wilayah Jawa Timur. Pernyataan tersebut disampaikannya usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Hotel Arcici, Jakarta Pusat. Fenomena relokasi pabrik ke Vietnam ini, yang dirangkum oleh 55tv.co.id pada Sabtu (27/6/2026), menjadi sorotan utama di tengah upaya pemerintah menarik investasi.

Geger! Ribuan Buruh Otomotif di Ambang PHK Massal, Pabrik Raksasa Jepang Pindah ke Vietnam: Ada Apa dengan Iklim Investasi Indonesia?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Merespons situasi genting ini, Said Iqbal telah mengambil langkah proaktif dengan menyampaikan persoalan tersebut kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad. Tujuannya adalah mencari solusi komprehensif atas krisis ketenagakerjaan yang mengancam ribuan keluarga. Dari hasil komunikasi tersebut, Dasco menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan antara pihak pemerintah, perwakilan dari kedua perusahaan, dan serikat buruh guna membahas tuntas kasus ini.

"Saya telah berdiskusi dengan Bapak Dasco, memohon bantuan agar kami dapat difasilitasi untuk bertemu dengan Menteri Perindustrian pada pekan depan," ungkap Said Iqbal. "Pertemuan tersebut akan mengagendakan kehadiran Menteri Perindustrian, perwakilan pengusaha, serta serikat buruh untuk mencari titik temu dan solusi terbaik demi keberlangsungan industri dan nasib pekerja."

Meskipun demikian, Said Iqbal memilih untuk tidak mengungkapkan identitas spesifik dari kedua perusahaan yang dimaksud. Keputusan ini diambil mengingat kedua entitas tersebut masih dalam tahap negosiasi intensif dengan perwakilan pekerja mereka.

"Untuk sementara, saya hanya bisa memberikan inisial PT J dan PT S bagi kedua perusahaan tersebut," jelasnya. "Alasan di balik kerahasiaan identitas ini adalah karena proses negosiasi antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja masih berlangsung, sebuah proses yang telah berjalan hampir satu tahun. Kami berharap negosiasi ini dapat menghasilkan kesepakatan yang adil dan meminimalkan dampak negatif bagi para buruh."

Kasus relokasi pabrik ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali iklim investasi dan daya saing industri di Indonesia, terutama dalam menghadapi persaingan regional seperti Vietnam yang semakin agresif menarik investasi asing.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar