55 NEWS – Pasar fisik emas digital di Indonesia mencatat performa yang mengejutkan pada kuartal pertama tahun 2026. Volume transaksi di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) melesat hingga 246 persen. Angka fantastis ini, mencapai 30.921.382 gram, jauh melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 8.941.108 gram, menandakan lonjakan minat investor yang signifikan terhadap instrumen investasi digital ini.

Related Post
Direktur ICDX, Nursalam, menyoroti lonjakan ini sebagai indikasi kuat adanya peningkatan signifikan minat masyarakat terhadap perdagangan emas digital melalui platform bursa berjangka yang terregulasi. Namun, Nursalam tak lupa mengingatkan para investor untuk senantiasa berhati-hati dan mewaspadai penawaran investasi emas yang tidak resmi. "Ke depan, kami akan terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk regulator utama, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), guna memperluas dan memasyarakatkan ekosistem perdagangan ini," ujar Nursalam dalam keterangannya, seperti dikutip 55tv.co.id pada Kamis (16/4/2026). Dengan tren positif yang terlihat di awal tahun ini, optimisme Nursalam membuncah, memprediksi pertumbuhan transaksi yang positif hingga akhir tahun.

Dari sisi regulasi, Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga keamanan dan integritas ekosistem perdagangan emas digital. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan ketersediaan emas fisik di lembaga penyimpanan (depository), sebuah aspek krusial untuk melindungi nilai investasi digital. Bappebti menjalankan fungsi pengawasan komprehensif, mencakup bursa, lembaga kliring, hingga para pedagang dan perantara emas fisik digital. "Sejak awal beroperasinya ekosistem perdagangan pasar fisik emas secara digital ini di Indonesia, kami selalu memastikan terkait keberadaan emas fisik yang diperdagangkan. Hal ini adalah upaya fundamental untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat," kata Tirta, menekankan pentingnya transparansi dan keamanan bagi investor.
Lonjakan transaksi ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan pergeseran preferensi investasi masyarakat yang semakin melek digital dan mencari instrumen yang likuid serta terpercaya. Dengan dukungan regulasi yang kuat dan transparansi pasar, masa depan perdagangan emas digital di Indonesia tampak semakin cerah, meskipun kewaspadaan tetap menjadi kunci bagi setiap investor.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar