Gejolak Minyak Dunia Mencekam: Harga BBM Subsidi di Indonesia ‘Kebal’ Kenaikan? Menkeu Purbaya Beberkan Alasan Kuat dan Strategi Pemerintah Jaga Daya Beli!

Gejolak Minyak Dunia Mencekam: Harga BBM Subsidi di Indonesia 'Kebal' Kenaikan? Menkeu Purbaya Beberkan Alasan Kuat dan Strategi Pemerintah Jaga Daya Beli!

55 NEWS – JAKARTA – Di tengah riuhnya gejolak harga minyak mentah global yang dipicu ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang cemas akan potensi lonjakan biaya hidup, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik.

COLLABMEDIANET

Situasi pasar energi internasional memang sedang memanas, dengan harga komoditas minyak yang menunjukkan volatilitas signifikan. Namun, Purbaya menekankan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mempertahankan skema subsidi BBM yang berlaku saat ini. Menurutnya, fokus utama adalah menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen guna mempertahankan daya beli masyarakat, yang merupakan pilar penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Gejolak Minyak Dunia Mencekam: Harga BBM Subsidi di Indonesia 'Kebal' Kenaikan? Menkeu Purbaya Beberkan Alasan Kuat dan Strategi Pemerintah Jaga Daya Beli!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM," ujar Purbaya saat meninjau Pasar Tanah Abang pada Senin (9/3/2026), seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan, pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang berpotensi membebani masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian global.

Keyakinan pemerintah ini bukan tanpa dasar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengonfirmasi bahwa stok energi domestik masih berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan. Selain itu, Purbaya menjelaskan, meskipun harga minyak dunia berfluktuasi, rata-rata perkembangannya secara kumulatif masih berada di bawah batas asumsi maksimal yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini memberikan ruang fiskal yang cukup bagi pemerintah.

Dengan kondisi fiskal negara yang dinilai masih mumpuni, pemerintah memiliki kapasitas untuk menyerap dampak kenaikan harga energi global tanpa harus serta-merta membebankan langsung kepada konsumen. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam mengelola tekanan makroekonomi dari eksternal.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memantau dinamika pasar energi secara intensif dalam satu bulan ke depan. Purbaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan gejolak ekonomi ini kepada pemerintah, mengingat rekam jejak Indonesia yang telah berhasil melewati berbagai krisis energi sebelumnya dengan strategi yang terukur dan adaptif.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar