Gudang Garam Tetap Royal Dividen Meski Dihantam Rokok Ilegal

Gudang Garam Tetap Royal Dividen Meski Dihantam Rokok Ilegal

55tv.co.id – Di tengah gempuran produk tembakau ilegal yang menekan volume penjualan PT Gudang Garam Tbk GGRM perusahaan rokok raksasa ini tetap teguh pada komitmennya untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham setiap tahun. Sebuah langkah yang menarik perhatian di tengah tantangan industri yang kian berat.

COLLABMEDIANET

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam Heru Budiman menjelaskan bahwa kemampuan perseroan menjaga komitmen ini tidak lepas dari perbaikan signifikan pada struktur keuangan. Beban kewajiban perusahaan menyusut drastis berkat berkurangnya pinjaman bank dan efisiensi biaya operasional yang diterapkan. "Ke depan yang kita syukuri sekarang adalah pinjaman kita relatif atau sangat rendah. Kalau memang duit itu tidak diperlukan tentu akan dipertimbangkan untuk membayar dividen" ungkap Heru dalam Public Expose Live 2026 Kamis 10 September 2026.

Gudang Garam Tetap Royal Dividen Meski Dihantam Rokok Ilegal
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data keuangan menunjukkan rasio gearing atau total liabilitas terhadap ekuitas perseroan membaik dari 307 persen menjadi 215 persen. Total liabilitas perusahaan juga menurun 264 persen didorong oleh penurunan pinjaman jangka pendek sebesar Rp52 triliun. Bahkan utang cukai ikut melorot 60 persen sejalan dengan penurunan volume penjualan. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST Juni 2026 lalu Gudang Garam telah menyetujui dividen tunai sebesar Rp800 per saham dengan total mencapai Rp153 triliun yang telah dibayarkan pada Juli 2026.

Meski demikian Heru mengakui bahwa upaya untuk meningkatkan jumlah pembayaran dividen di masa mendatang bukan perkara mudah. Peningkatan dividen sangat bergantung pada kenaikan pendapatan yang hanya bisa dicapai melalui kenaikan harga jual produk atau peningkatan volume penjualan. "Tetapi kalau pertanyaannya meningkatkan pembayaran dividen itu hanya bisa terjadi kalau saya menaikkan harga terus karena cukai turun belum pernah terjadi" pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar