55tv.co.id – Raksasa industri tembakau PT Gudang Garam Tbk GGRM tengah menghadapi tantangan serius. Perusahaan mengakui bahwa maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran telah memukul kinerja mereka secara signifikan. Dampak negatif ini terlihat jelas dari laporan keuangan perseroan sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Related Post
Heru Budiman selaku Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam menjelaskan bahwa volume produksi rokok GGRM mengalami kemerosotan drastis. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, produksi tercatat menyusut sekitar 3,2 miliar batang. Angka ini jauh berbeda dibandingkan periode yang sama tahun 2025, di mana perseroan masih mampu memproduksi sekitar 23,7 miliar batang. Namun, pada semester pertama tahun ini, jumlah tersebut anjlok menjadi hanya 20,5 miliar batang.

Penurunan volume produksi ini tentu saja berimbas langsung pada pendapatan penjualan. GGRM mencatat penurunan pendapatan sebesar Rp3,19 triliun secara tahunan pada semester I-2026. Jika pada paruh pertama 2025 penjualan mencapai Rp44,36 triliun, angka tersebut kini melorot menjadi Rp41,17 triliun pada periode yang sama tahun 2026.
Dalam Public Expose Live 2026 yang digelar Kamis 10 September 2026, Heru Budiman menegaskan bahwa penurunan ini juga mempengaruhi biaya pokok pendapatan. "Kalau kita masukkan pada cost of revenue, itu mengalami penurunan sekitar 13,3 persen, sejalan dengan menurunnya volume penjualan," ujarnya. Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa menyusutnya aktivitas penjualan juga turut menyebabkan berkurangnya pengeluaran untuk biaya operasional rutin perusahaan.








Tinggalkan komentar