55 NEWS – Sentimen negatif menghiasi pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, Rabu (21/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,44 persen, mendarat di level 9.094. Penurunan ini seolah melanjutkan tren koreksi tipis pada penutupan sesi sebelumnya, di mana IHSG berakhir di 9.134 dengan pelemahan 0,01 persen.

Related Post
Aktivitas transaksi di lantai bursa mencatat volume perdagangan mencapai 1,1 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp925,7 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 83 ribu kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar (market cap) tercatat mencapai Rp16,53 triliun.

Pergerakan saham secara individual menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Sebanyak 244 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 108 saham lainnya harus terkoreksi. Adapun mayoritas, yakni 606 saham, terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Dari tinjauan sektoral, beberapa sektor terpantau berada di zona merah, menambah tekanan pada IHSG. Sektor industri menjadi sorotan utama dengan koreksi paling dalam, mencapai 5,29 persen. Disusul oleh sektor energi yang melemah 0,28 persen, sektor properti turun 0,18 persen, dan sektor teknologi yang terkoreksi 0,32 persen. Penurunan drastis di sektor industri ini patut dicermati lebih lanjut oleh para investor.
Meski demikian, tidak semua sektor menunjukkan pelemahan. Beberapa sektor justru mampu memberikan sedikit angin segar dengan mencatatkan penguatan. Sektor siklikal memimpin kenaikan dengan 0,57 persen, diikuti oleh sektor bahan baku yang menguat 0,48 persen, dan sektor kesehatan sebesar 0,42 persen. Sektor non-siklikal juga menunjukkan resiliensi dengan kenaikan 0,22 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur naik 0,13 persen, sektor transportasi 0,11 persen, dan sektor keuangan mencatatkan kenaikan tipis 0,03 persen.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar