55tv.co.id – Kabar gembira berpotensi menyapa para pengguna kendaraan di Indonesia. Harga bahan bakar minyak non-subsidi seperti Pertamax diperkirakan akan mengalami penyesuaian pada awal Agustus 2026. Dinamika harga minyak mentah global menjadi faktor penentu utama dalam revisi harga ini.

Related Post
Fluktuasi harga komoditas energi dunia terus memengaruhi kebijakan penetapan harga BBM di tanah air. Setelah sempat menyentuh angka seratus dolar AS per barel kini harga minyak Brent dan West Texas Intermediate WTI menunjukkan tren penurunan. Brent tercatat di level delapan puluh tiga koma delapan puluh enam dolar AS per barel sementara WTI berada di posisi delapan puluh koma tujuh puluh tiga dolar AS per barel.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan pemerintah melalui Kementerian ESDM sedang menghitung ulang harga keekonomian untuk jenis BBM non-subsidi. Perhitungan ini melibatkan biaya pokok penyediaan dari Pertamina ditambah margin keuntungan yang wajar.
Jika rata-rata harga minyak dunia secara signifikan menunjukkan penurunan dalam periode perhitungan Yuliot mengisyaratkan adanya kemungkinan Pertamina akan melakukan penyesuaian harga ke bawah. Keputusan ini biasanya diumumkan setiap tanggal satu di awal bulan termasuk untuk periode Agustus 2026.
Sementara itu ada jaminan penting bagi masyarakat pengguna BBM subsidi. Pemerintah tegas menyatakan harga Pertalite dan jenis BBM bersubsidi lainnya tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen ini setelah berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto. Kepastian ini memberikan ketenangan bagi jutaan masyarakat yang bergantung pada harga BBM bersubsidi.










Tinggalkan komentar