55 NEWS – Lonjakan harga Pertamax yang kini menyentuh angka Rp16.250 per liter telah memicu fenomena pergeseran preferensi konsumsi bahan bakar di masyarakat, dengan banyak yang beralih ke Pertalite. Menanggapi potensi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangannya terkait implikasi terhadap beban subsidi negara.

Related Post
Dalam keterangannya, Purbaya menyatakan bahwa pihaknya tidak melihat adanya dampak substansial terhadap anggaran subsidi yang dialokasikan pemerintah untuk Pertalite, meskipun terjadi migrasi konsumen. Ia beralasan, kompatibilitas jenis BBM dengan spesifikasi mesin kendaraan menjadi faktor penentu utama, sehingga tidak semua pengguna Pertamax akan serta-merta beralih ke Pertalite.

"Kami memang belum menghitung secara detail potensi beban anggaran tambahan subsidi. Namun, kami meyakini hanya sebagian persentase tertentu yang akan berpindah ke Pertalite, mengingat konsumen Pertamax umumnya memiliki kendaraan yang memang dirancang untuk bahan bakar tersebut," jelas Purbaya saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan bahwa Kementerian Keuangan belum memiliki data akurat mengenai persentase pasti masyarakat yang beralih, sehingga perhitungan beban subsidi tambahan belum dapat dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai data pergeseran konsumen, Purbaya menyarankan untuk berkoordinasi dengan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar