55tv.co.id – Langit di atas sebagian wilayah Indonesia mendadak mencekam. Erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau pada Minggu malam 6 September 2026 telah memicu keputusan krusial menghentikan total operasional penerbangan di lima bandara utama. Langkah darurat ini diambil demi menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kru menyusul potensi gangguan serius akibat aktivitas vulkanik yang tak terduga.

Related Post
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Teuku Faisal Fathani mengonfirmasi penutupan tersebut. Ia menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan Kepala BNPB telah dilakukan. Sampai dengan pukul 10.25 WIB lima bandara dilaporkan tidak dapat melayani penerbangan. Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Bandara Internasional Radin Inten II Lampung Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan masuk dalam daftar bandara yang terdampak.

Bandara tersibuk di Indonesia Bandara Internasional Soekarno Hatta misalnya terpaksa menghentikan layanannya sejak dini hari pukul 01.30 WIB. Penutupan ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB sebagaimana tercantum dalam NOTAM A3346/26 yang memperbarui NOTAM sebelumnya. Kondisi jarak pandang yang memburuk pasca erupsi menjadi alasan utama di balik kebijakan ini.
Tidak hanya Soekarno Hatta Bandara Halim Perdanakusuma juga mengalami nasib serupa. Penutupan operasionalnya diperpanjang melalui NOTAM A3347/26 yang menggantikan NOTAM sebelumnya. Sejak pukul 09.49 WIB Halim tidak melayani penerbangan dengan estimasi pembukaan kembali pada pukul 14.00 WIB.
Di wilayah Lampung Bandara Radin Inten II juga merasakan dampak langsung. Penutupan diperpanjang mulai pukul 09.55 WIB dan diperkirakan akan kembali normal pada pukul 14.00 WIB. Keputusan ini tertuang dalam NOTAM B1125/26 yang merupakan pembaruan dari NOTAM sebelumnya. Seluruh langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah untuk memitigasi risiko penerbangan di tengah ancaman abu vulkanik.










Tinggalkan komentar