55 NEWS – Kisah inspiratif datang dari jantung program pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Seorang Account Officer (AO) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, Alfina Putri Rahmadya, telah membuktikan bahwa dedikasi tanpa batas dalam mendukung nasabah prasejahtera dapat berbuah manis. Atas kontribusinya yang luar biasa, Alfina diganjar apresiasi istimewa berupa reward wisata religi, sebuah pengakuan atas perjuangan yang tak hanya mengubah hidup ribuan perempuan, tetapi juga menorehkan jejak kepemimpinan yang gemilang.

Related Post
Perjalanan Alfina bukanlah tanpa liku. Dimulai pada Mei 2018, ia bergabung sebagai AO PNM Mekaar di Unit Selebar, Bengkulu, sebuah unit yang kala itu masih dalam tahap awal pengembangan di bawah naungan lembaga keuangan pelat merah tersebut. Saat itu, Alfina juga tengah menempuh pendidikan tinggi, menjadikannya sosok mahasiswi pekerja keras yang tak kenal lelah. Prinsip ‘sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama’ menjadi kompas moralnya, mendorongnya untuk terus melangkah maju, bahkan ketika jalan terasa terjal.

Sebagai garda terdepan, Alfina menghadapi tantangan besar: bukan sekadar memenuhi target, melainkan mengedukasi masyarakat tentang esensi PNM Mekaar. Ia harus meyakinkan calon nasabah bahwa PNM bukan sekadar penyedia modal, melainkan mitra pendamping usaha yang berkomitmen untuk memberdayakan perempuan prasejahtera. "Banyak yang belum memahami bahwa kami membawa lebih dari sekadar pembiayaan, kami membawa edukasi, pendampingan, dan semangat untuk tumbuh bersama," ungkap Alfina, sebagaimana dikutip dari 55tv.co.id. Berkat kegigihannya, kepercayaan masyarakat pun bersemi. Kelompok-kelompok usaha mikro terbentuk, dan ribuan perempuan di wilayah binaannya mulai merasakan dampak positif dari pendampingan berkelanjutan yang diberikan.
Konsistensi dan etos kerja Alfina tak luput dari perhatian perusahaan. PNM, melalui program pengembangan karyawannya, memberikan Alfina kesempatan untuk mengasah diri melalui berbagai pelatihan di kota-kota besar seperti Medan, Palembang, dan Jakarta. Pengalaman ini tak hanya memperkaya wawasan profesionalnya, tetapi juga menjadi momen pertama baginya menaiki pesawat terbang, membuka jendela dunia dan cakrawala kepemimpinan yang lebih luas. "Setiap pelatihan adalah pintu menuju cara pandang baru. Saya belajar tidak hanya tentang teknis pekerjaan, tetapi juga tentang membangun mental baja, jiwa kepemimpinan, dan keberanian untuk memiliki mimpi yang lebih besar," tuturnya. Puncak dari dedikasi ini adalah promosi jabatan sebagai Kepala Area Mekaar di Mukomuko, di mana ia kini memimpin delapan unit dan membimbing ribuan perempuan prasejahtera menuju kemandirian ekonomi.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar