55tv.co.id – Pasar saham Indonesia bersiap menghadapi pekan penuh tantangan Indeks Harga Saham Gabungan IHSG diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi dengan bayang-bayang tekanan jual yang kuat Pemicu utamanya beragam mulai dari kebijakan moneter global yang ketat hingga risiko pembalikan carry trade serta penyesuaian indeks FTSE Russell

Related Post
Menurut Brigita Kinari seorang analis dari PT Indo Premier Sekuritas IPOT secara teknikal posisi IHSG saat ini mengkhawatirkan Indeks ditutup pada level 6441 berada di bawah garis indikator Moving Average 5 MA5 dan MA20 Kondisi ini diperparah dengan pembentukan dead cross MA5 terhadap MA20 sebuah sinyal pelemahan jangka pendek Indikator momentum seperti MACD juga menunjukkan sinyal serupa dengan dead cross dan histogram negatif yang semakin melebar

Namun di tengah gempuran tekanan jual yang signifikan dengan volume tinggi ada secercah harapan IHSG masih mampu bertahan di atas garis MA60 Hal ini mengindikasikan bahwa tren jangka menengah belum sepenuhnya berbalik arah Koreksi yang terjadi saat ini lebih tepat dibaca sebagai proses pullback atau koreksi teknikal sementara
Brigita menambahkan selama IHSG berhasil bertahan di atas level krusial 6370 peluang untuk technical rebound menuju area 6541 hingga 6581 masih terbuka lebar dengan MA20 bertindak sebagai resistensi dinamis Namun jika level 6370 berhasil ditembus ke bawah IHSG berpotensi besar menguji area support kuat di 6200 hingga 6279 yang berdekatan dengan MA60 sebagai support dinamis Untuk awal pekan ini Brigita memperkirakan pergerakan indeks akan didominasi oleh konsolidasi dengan tekanan jual yang masih sangat kuat Level support utama diperkirakan berada di kisaran 6200-6279 sementara resistensi kuat menanti di 6585-6633








Tinggalkan komentar