55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak mixed, dengan potensi pelemahan terbatas pada perdagangan hari ini. Analis memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.130.

Related Post
William Hartanto, seorang pengamat pasar modal, menyoroti bahwa sejak akhir Mei 2025, IHSG kesulitan menembus level resisten 7.200. Ia juga mengidentifikasi beberapa gap terdekat yang berpotensi menjadi titik balik (reversal) pergerakan IHSG.

"Area gap ini berpotensi tercapai, namun bukan suatu keharusan untuk tersentuh sebelum terjadi reversal. Ini hanya berfungsi sebagai support terdekat," jelas William dalam risetnya, Rabu (4/6/2025). Gap yang perlu diwaspadai berada pada level 6.987 dan 6.882.
Menurut William, pergerakan IHSG yang mendekati level 7.000 pada perdagangan sebelumnya, telah meninggalkan beberapa gap sejak April-Mei 2025. Gap ini sebaiknya diperhatikan sebagai perkiraan target pelemahan IHSG saat ini.
Namun, William meyakini bahwa pelemahan ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Ia memperkirakan pelemahan akan bersifat terbatas, baik dengan menutup gap yang ada atau hanya sebagai fase konsolidasi sebelum penguatan lebih lanjut.
William melihat kondisi ini sebagai peluang untuk melakukan strategi buy on weakness pada saham-saham yang mengalami penurunan. Namun, ia menekankan bahwa strategi ini tidak berlaku untuk semua sektor. Sektor energi dan kesehatan saat ini menjadi penopang utama IHSG.
Pada perdagangan sebelumnya, terjadi net sell asing dengan nilai mencapai Rp702 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing adalah BBCA, PNBN, BMRI, UNTR, dan PNLF (diurutkan dari nilai net sell terbesar). Investor disarankan untuk mencermati pergerakan saham-saham tersebut dan menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi pasar yang dinamis.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar