55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar mencetak rekor baru dan menembus level psikologis 10.000 pada tahun 2026. Transformasi struktur pasar saham Indonesia menjadi kunci utama optimisme ini. Dulu, pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh aliran dana investor asing. Namun, kini kekuatan investor domestik terbukti mampu menjaga stabilitas pasar.

Related Post
Hans Kwee, praktisi pasar modal dan Co-Founder PasarDana, menyatakan keyakinannya bahwa IHSG tidak hanya akan menembus level 10.000, tetapi bahkan berpotensi melampauinya. "Arah indeks kita masih cukup yakin level 10 ribu bisa kita tembus di tahun ini, bahkan bisa melebihi level tersebut," ujarnya pada Sabtu (24/1/2026). Ia menambahkan bahwa pasar saham Indonesia telah berubah, tidak lagi sekadar "mengekor" investor asing.

Ketahanan IHSG terhadap aksi jual investor asing pada tahun sebelumnya menjadi bukti nyata kemandirian pasar. Hans Kwee menegaskan bahwa pasar saham Indonesia kini bergerak lebih independen dan tidak terlalu terpengaruh oleh sentimen global. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan jangka panjang.
Untuk mencapai target 10.000, Hans Kwee menyoroti beberapa sektor dan emiten pilihan yang diprediksi akan menjadi motor penggerak indeks. Sektor perbankan berkapitalisasi besar (big caps) dan konsumsi dinilai masih sangat menarik, didampingi oleh sektor komoditas yang menunjukkan potensi kebangkitan.
Saham-saham blue chip seperti BBCA, ASII, dan TLKM direkomendasikan. Untuk sektor konsumsi, Hans Kwee menyebut CMRY, MYOR, MAPI, ICBP, dan AMRT sebagai pilihan menarik.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar