IMF Ramal Pengangguran RI Meroket di 2025! Menaker Ungkap Fakta Mengejutkan…

IMF Ramal Pengangguran RI Meroket di 2025! Menaker Ungkap Fakta Mengejutkan...

55 NEWS – Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan proyeksi yang kurang menggembirakan terkait pasar tenaga kerja Indonesia. Lembaga keuangan dunia itu memperkirakan tingkat pengangguran di Tanah Air akan menyentuh angka 5% pada tahun 2025. Prediksi ini tentu menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, mengingat upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran.

COLLABMEDIANET

Menanggapi proyeksi IMF, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan tanggapan yang cukup berbeda. Ia merujuk pada data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025 yang menunjukkan angka pengangguran justru mengalami penurunan. Menurut data Sakernas, tingkat pengangguran berada di angka 4,76%, lebih rendah 0,06% poin dibandingkan dengan Februari 2024.

 IMF Ramal Pengangguran RI Meroket di 2025! Menaker Ungkap Fakta Mengejutkan...
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Proyeksi itu sah-sah saja, tetapi data Sakernas menunjukkan tren penurunan, yaitu 4,76%," ujar Menaker Yassierli di Jakarta, Selasa (3/6/2025), mengutip dari Antara.

Menaker Yassierli menegaskan bahwa pemerintah berpegang pada data Sakernas sebagai acuan utama dalam memantau dan mengambil kebijakan terkait ketenagakerjaan. Data Sakernas dianggap lebih representatif dan akurat dalam menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Meski demikian, Menaker mengakui adanya tantangan besar yang menanti, terutama pada Agustus 2025. Pada bulan tersebut, gelombang besar lulusan perguruan tinggi akan memasuki pasar kerja. Pemerintah perlu mempersiapkan strategi yang matang untuk menyerap tenaga kerja baru ini agar tidak menambah angka pengangguran.

"Tantangan terberat ada di Sakernas Agustus, saat lulusan perguruan tinggi mulai mencari kerja. Ini yang harus kita carikan solusinya," imbuh Menaker.

Data Sakernas Februari 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja mencapai 153,05 juta orang, meningkat 3,67 juta orang dibandingkan Februari 2024. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan sebesar 0,80% poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah akan terus berupaya menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar