55 NEWS – Jakarta – Perekonomian Indonesia menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan mencapai 5,6% pada kuartal pertama 2026. Angka ini menempatkan Tanah Air sebagai salah satu kekuatan ekonomi paling tangguh di kancah global. Namun, di balik euforia capaian ini, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk tidak terlena dan terus menjaga momentum positif ini di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus membayangi.

Related Post
Data terbaru yang dirilis menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 berhasil menyentuh angka 5,6%. Prestasi ini bukan sekadar statistik, melainkan sebuah indikator kuat akan resiliensi ekonomi nasional, menempatkan Indonesia di posisi kedua teratas di antara negara-negara anggota G20. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat lanskap ekonomi global yang penuh tantangan dan dinamika yang kompleks.

Dalam pidato pembukaan Seminar Nasional Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) 27 di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas, Rabu (27/5/2026), Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya menjaga dan bahkan mengakselerasi ‘tren pertumbuhan positif’ ini. "Ini adalah modal berharga yang harus kita pelihara dan tingkatkan untuk menjamin stabilitas dan kemajuan ekonomi di masa depan," ujarnya, menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi turbulensi global.
Lebih lanjut, Ace mengingatkan bahwa upaya menjaga momentum ini sejalan dengan visi dan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato pengantar kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal di Gedung DPR RI pada 20 Mei 2026, Presiden telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih ambisius, yakni di kisaran 5,8% hingga 6,5% untuk tahun 2027.
Target yang disampaikan Presiden Prabowo tersebut, menurut Ace, bukan sekadar angka, melainkan cerminan optimisme yang realistis terhadap potensi ekonomi Indonesia. Namun, pencapaiannya memerlukan kerja keras, inovasi, dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat luas, agar Indonesia dapat terus menjadi lokomotif pertumbuhan di kawasan dan dunia, seperti yang dilaporkan 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar