55 NEWS – Pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan di Sumatera Barat (Sumbar) pasca-bencana hidrometeorologi kini memasuki fase percepatan yang signifikan. Kolaborasi strategis antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Danantara menjadi motor penggerak utama dalam upaya revitalisasi ini, menargetkan pembangunan kembali infrastruktur vital serta penyediaan layanan esensial bagi masyarakat terdampak.

Related Post
Fokus utama dari inisiatif ini adalah rekonstruksi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 49 Batang Kabung di Kota Padang, yang sebelumnya luluh lantak diterjang banjir bandang pada Desember lalu. Selain itu, sebagai respons cepat terhadap kebutuhan mendesak, posko layanan pengobatan gratis juga didirikan bagi masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah terdampak. Ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan juga investasi sosial yang bertujuan memulihkan daya tahan dan kesejahteraan warga.

Anggota DPR RI Komisi VI, Andre Rosiade, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen dan kepedulian Inalum. "Kami menyampaikan apresiasi kepada Inalum atas kepedulian dan komitmennya membangun kembali SDN 49 Batang Kabung di Kota Padang serta menghadirkan pengobatan gratis bagi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran BUMN untuk rakyat. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar proses pemulihan pasca bencana bisa berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Rosiade, dalam keterangan yang diterima 55tv.co.id, Sabtu (21/2/2026).
Kehadiran Chief Operation Officer (COO) Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dalam acara ini menegaskan sinergi kuat antar-entitas. Pembangunan kembali SDN 49 Batang Kabung dilakukan di atas lahan seluas 1.000 meter persegi milik Pemerintah Kota Padang. Langkah ini krusial untuk memastikan kontinuitas proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dalam kondisi yang aman, layak, dan nyaman, sebuah prasyarat fundamental bagi masa depan generasi muda.
Sebelumnya, bencana banjir bandang yang melanda wilayah Batang Kabung telah menyebabkan kerusakan parah, bahkan menghanyutkan bangunan sekolah. Akibatnya, ratusan siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar dalam kondisi darurat, sebuah situasi yang tidak hanya mengganggu pendidikan tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma psikologis. Dengan adanya rekonstruksi ini, diharapkan lingkungan belajar yang kondusif dapat segera dikembalikan, mendukung pemulihan holistik para siswa.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar