55 NEWS – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menyambut baik dan merayakan pengoperasian perdana penerbangan Batik Air yang menghubungkan Jakarta (CGK) dengan Muara Bungo (BUU). Momen bersejarah ini ditandai dengan seremonial pendaratan dan penerbangan perdana di Bandar Udara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pada Senin (15/6/2026), membuka lembaran baru konektivitas udara di wilayah tersebut.

Related Post
Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, menegaskan bahwa inisiatif pembukaan rute baru ini bukan sekadar penambahan jadwal penerbangan, melainkan sebuah langkah strategis fundamental. Tujuannya adalah memperkokoh jalinan konektivitas nasional sekaligus menjadi katalisator kuat bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah.

Menurut Lukman, penerbangan perdana Batik Air pada rute vital ini menandai momentum krusial dalam peningkatan aksesibilitas bagi masyarakat serta penguatan infrastruktur konektivitas udara di kawasan barat Provinsi Jambi. "Konektivitas yang semakin optimal akan membuka gerbang peluang yang jauh lebih besar bagi masuknya investasi, geliat perdagangan, pengembangan pariwisata, dan peningkatan mobilitas masyarakat secara keseluruhan," ungkap Lukman dalam pernyataan resminya yang diterima 55tv.co.id, Senin (15/6/2026).
Lukman juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi aktif dalam mewujudkan layanan penerbangan ini. Penghargaan khusus diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Muara Bungo, serta maskapai Batik Air yang dinilai memiliki visi dalam melihat potensi ekonomi dan strategis yang luar biasa di kawasan tersebut.
Kabupaten Bungo, dengan posisinya yang sangat strategis, telah lama dikenal sebagai episentrum aktivitas ekonomi di sepanjang jalur lintas tengah Sumatera. Wilayah ini berperan sebagai simpul vital bagi pergerakan logistik dan mobilitas penduduk, melayani sejumlah daerah tetangga seperti Kabupaten Merangin, Sarolangun, Tebo, Kerinci, Kota Sungai Penuh, bahkan hingga Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat.
Lebih lanjut, Kabupaten Bungo menyimpan beragam potensi unggulan yang siap untuk digali dan dikembangkan secara optimal, terutama dengan dukungan konektivitas udara yang kini semakin memadai. Sektor-sektor prospektif meliputi perkebunan kelapa sawit dan karet yang produktif, pertambangan, serta kekayaan pariwisata dan budaya lokal yang unik dan berkarakter.
Dari perspektif infrastruktur, Bandar Udara Muara Bungo telah dilengkapi dengan fasilitas modern dan memadai untuk menopang operasional penerbangan komersial. Landas pacu sepanjang 2.100 meter dengan lebar 30 meter dirancang untuk mengakomodasi pesawat berbadan sedang sekelas Airbus A320-200. Sementara itu, terminal penumpang yang luasnya mencapai hampir 2.974 meter persegi siap memberikan pengalaman layanan yang prima dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar