55 NEWS – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026, PT PLN Indonesia Power (PLN IP) secara tegas menyatakan kesiapan penuh operasional seluruh unit pembangkit listriknya. Langkah proaktif ini diambil untuk menjamin stabilitas pasokan energi nasional, khususnya selama periode krusial libur panjang yang kerap diiringi peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Related Post
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, PLN IP telah mengaktifkan 114 posko siaga yang tersebar di berbagai lokasi strategis pembangkit di seluruh Indonesia. Didukung oleh lebih dari 12.597 personel profesional, mereka siap menjaga keandalan sistem kelistrikan dari potensi gangguan. Secara agregat, perusahaan BUMN ini memiliki kapasitas daya mampu pasok mencapai 15,03 gigawatt (GW), sebuah angka krusial yang diproyeksikan mampu memenuhi lonjakan permintaan listrik dan menjaga denyut perekonomian tetap stabil tanpa hambatan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa kesiapan operasional pembangkit merupakan prioritas utama demi memastikan pasokan listrik yang andal selama momen Idulfitri. "PLN Indonesia Power memiliki komitmen tak tergoyahkan untuk memastikan seluruh unit pembangkit beroperasi secara optimal. Ini didukung oleh infrastruktur yang kokoh, penguatan sistem operasi yang canggih, serta sumber daya manusia yang sangat profesional," ujar Bernadus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Pernyataan ini sekaligus menjadi jaminan bagi sektor industri dan rumah tangga bahwa kebutuhan energi akan terpenuhi tanpa hambatan, mendukung kelancaran aktivitas bisnis dan kenyamanan keluarga.
Dengan dukungan daya mampu pasok sebesar 15,03 GW, serta kesiapsiagaan 114 posko dan 12.597 personel yang tersebar di seluruh penjuru negeri, PLN IP menunjukkan keseriusan dalam menjaga denyut nadi ekonomi dan kenyamanan masyarakat. Kesiapan ini tidak hanya sekadar janji, melainkan sebuah investasi strategis untuk memastikan stabilitas energi nasional, yang menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar