Jasa Marga Terkejut! Jutaan Kendaraan ‘Kabur’ dari Jabotabek Jelang Idulfitri, Tapi Angka Ini Baru Separuh dari Proyeksi Awal! Apa yang Terjadi?

Jasa Marga Terkejut! Jutaan Kendaraan 'Kabur' dari Jabotabek Jelang Idulfitri, Tapi Angka Ini Baru Separuh dari Proyeksi Awal! Apa yang Terjadi?

55 NEWS – Dinamika mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 menunjukkan tren yang menarik sekaligus memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat ekonomi dan transportasi. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan bahwa sebanyak 1.810.134 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek dalam kurun waktu H-10 hingga H-1 Lebaran, yakni periode 11 hingga 20 Maret 2026. Angka ini, meski terbilang masif, ternyata baru mencapai 51,3 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan keluar Jabotabek selama periode 11 hingga 31 Maret 2026.

COLLABMEDIANET

Data kumulatif ini dihimpun dari empat gerbang tol utama yang menjadi arteri vital pergerakan keluar-masuk Jabotabek: Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (menuju Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju Bandung), GT Cikupa (menuju Merak), dan GT Ciawi (menuju Puncak). Volume lalu lintas yang tercatat ini merepresentasikan peningkatan signifikan sebesar 25,5 persen dibandingkan dengan kondisi arus normal, yang biasanya berkisar di angka 1.442.037 kendaraan.

Jasa Marga Terkejut! Jutaan Kendaraan 'Kabur' dari Jabotabek Jelang Idulfitri, Tapi Angka Ini Baru Separuh dari Proyeksi Awal! Apa yang Terjadi?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam keterangan resminya pada Sabtu (21/3/2026), menyoroti bahwa meskipun jutaan kendaraan telah bergerak meninggalkan Jabotabek untuk merayakan Idulfitri, proyeksi puncak arus mudik masih belum sepenuhnya tercapai. "Sebanyak 1,8 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Diperkirakan hari ini akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi kepada saudara dan kerabat di ruas tol Jasa Marga Group," ujar Rivan, mengindikasikan bahwa lonjakan signifikan masih berpotensi terjadi. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bagi para pelaku perjalanan untuk tetap waspada terhadap potensi kepadatan di hari-hari berikutnya.

Distribusi arus lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek menunjukkan pola pergerakan yang terfokus pada tiga arah utama. Arah Timur, yang mencakup jalur Trans Jawa dan Bandung, menjadi destinasi favorit dengan 989.628 kendaraan, menyumbang 54,7 persen dari total arus. Sementara itu, arah Barat menuju Merak dilintasi oleh 465.840 kendaraan (25,7 persen), dan arah Selatan menuju Puncak mencatat 354.666 kendaraan (19,6 persen).

Secara lebih rinci, pergerakan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama di Jalan Tol Jakarta-Cikampek mencatat volume 661.258 kendaraan, sebuah lonjakan drastis sebesar 131,9 persen dibandingkan arus normal. Angka ini mengindikasikan preferensi kuat pemudik untuk menggunakan jalur Trans Jawa. Di sisi lain, arus menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama di Jalan Tol Cipularang mencapai 328.370 kendaraan, dengan kenaikan yang lebih moderat, yakni 3,8 persen dari arus normal.

Data ini tidak hanya menjadi gambaran mobilitas masyarakat, tetapi juga indikator penting bagi sektor ekonomi, khususnya transportasi dan logistik. Kesenjangan antara realisasi dan proyeksi Jasa Marga menunjukkan bahwa manajemen lalu lintas dan kesiapan infrastruktur harus tetap optimal, mengingat potensi lonjakan yang belum terealisasi sepenuhnya. Pemerintah dan operator jalan tol diharapkan terus memantau pergerakan ini untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar