55tv.co.id – Waspada ancaman kejahatan siber yang makin canggih Otoritas Jasa Keuangan OJK mengungkap lonjakan drastis kasus penipuan berbasis kecerdasan buatan AI di Indonesia. Sejak Indonesia Anti Scam Center IASC beroperasi pada akhir 2024 hingga pertengahan 2026 ribuan laporan telah masuk menunjukkan modus penipuan ini makin merajalela.

Related Post
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam konferensi pers awal Agustus 2026 membeberkan data mengejutkan. Total 1.379 aduan penipuan yang terindikasi memanfaatkan teknologi AI telah tercatat hingga akhir Juni 2026. Angka ini melonjak tajam dari hanya 13 laporan di penghujung 2024 menjadi 1.366 laporan sepanjang 2025 hingga semester pertama 2026.

Menurut Dicky tren ini mengindikasikan penyalahgunaan AI dalam kejahatan finansial bukan lagi sekadar potensi melainkan realitas yang kian mengkhawatirkan. Ia menegaskan AI bukanlah pelaku kejahatan itu sendiri namun merupakan alat super canggih yang membuat aksi tipu daya menjadi jauh lebih meyakinkan lebih cepat dieksekusi dan semakin sulit dideteksi oleh masyarakat awam.
Para penipu kini mampu merekayasa berbagai identitas digital dengan presisi tinggi. Mulai dari video foto suara nomor rekening nomor telepon hingga dokumen digital dapat dipalsukan hingga menyerupai aslinya. Bahkan identitas lembaga resmi yang selama ini dipercaya publik pun tidak luput dari sasaran pemalsuan menggunakan teknologi AI yang semakin pintar. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra menghadapi gelombang baru kejahatan siber ini.










Tinggalkan komentar