55 NEWS – Jakarta – Kabar gembira menyelimuti masyarakat Indonesia menjelang bulan suci Ramadan 2026. Data terbaru dari panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Rabu (18/2/2026) menunjukkan tren penurunan signifikan pada sejumlah harga komoditas pangan pokok. Fenomena ini tentu menjadi angin segar bagi daya beli konsumen di tengah persiapan menyambut hari raya, meskipun beberapa komoditas menunjukkan anomali kenaikan.

Related Post
Penurunan harga paling terasa terjadi pada sektor perberasan. Beras premium tercatat anjlok 1,74 persen, kini berada di level Rp15.383 per kilogram. Tak ketinggalan, beras medium juga mengalami koreksi 1,12 persen menjadi Rp13.240 per kilogram. Varian beras SPHP yang menjadi andalan pemerintah turun tipis 0,52 persen ke Rp12.379 per kilogram, sementara beras medium non-SPHP juga ikut melorot 0,65 persen menjadi Rp13.837 per kilogram. Namun, di tengah euforia penurunan ini, beras khusus lokal justru menunjukkan anomali dengan kenaikan 0,68 persen, mencapai Rp15.870 per kilogram.

Tren positif ini tidak hanya terbatas pada beras. Jagung, sebagai salah satu pakan ternak utama, turun drastis 5,61 persen menjadi Rp6.573 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga ikut terkoreksi 1,25 persen, kini di harga Rp10.792 per kilogram. Sektor bumbu dapur juga menunjukkan pelemahan harga yang signifikan. Bawang merah turun 4,61 persen menjadi Rp40.160 per kilogram, dan bawang putih tak mau ketinggalan dengan penurunan 2,42 persen ke Rp38.322 per kilogram.
Harga cabai, yang seringkali menjadi pemicu inflasi, kali ini justru menunjukkan tren sebaliknya. Cabai merah keriting turun 4,80 persen menjadi Rp43.684 per kilogram, sementara cabai merah besar mengalami penurunan paling tajam, yakni 10,68 persen, kini di Rp37.828 per kilogram. Bahkan cabai rawit merah, yang dikenal fluktuatif, sedikit melorot 0,12 persen menjadi Rp75.683 per kilogram. Namun, tidak semua komoditas bernasib sama. Harga daging sapi murni justru terpantau naik tipis 1 persen, mencapai Rp140.968 per kilogram, mengindikasikan adanya tekanan permintaan atau pasokan di segmen ini.
Penurunan harga pangan menjelang Ramadan ini bisa menjadi indikator keberhasilan upaya stabilisasi pasokan dan harga oleh pemerintah, atau setidaknya menunjukkan kondisi pasar yang lebih kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, kenaikan pada beberapa komoditas seperti beras khusus lokal dan daging sapi murni tetap perlu diwaspadai agar tidak memicu gejolak harga di kemudian hari, terutama saat puncak permintaan menjelang Idul Fitri. Informasi lebih lanjut mengenai dinamika pasar dapat diakses melalui 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar