55tv.co.id – Awal September ini, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian tarif untuk beberapa jenis bahan bakar minyak non-subsidi. Kebijakan kenaikan harga ini mulai berlaku efektif secara bertahap sejak tanggal 1 dan 2 September, memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat terkait anggaran pengeluaran.

Related Post
Sejumlah produk BBM yang mengalami lonjakan harga signifikan adalah Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp18.300. Sementara itu, Dexlite melonjak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex terkerek dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Tak hanya itu, Pertamax Green 95 juga ikut mengalami kenaikan sebesar Rp2.550, dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter, yang berlaku mulai 2 September.

Namun, ada kabar baik bagi pengguna BBM bersubsidi dan Pertamax reguler. Harga Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter, begitu pula dengan Biosolar yang dipertahankan pada Rp6.800 per liter. Harga Pertamax juga tidak mengalami perubahan, tetap Rp15.950 per liter.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan implementasi dari formula yang telah ditetapkan pemerintah. Faktor-faktor penentu meliputi pergerakan harga minyak mentah global, fluktuasi nilai tukar rupiah, komponen pajak, serta pertimbangan daya beli masyarakat. Ia menegaskan bahwa meskipun ada perubahan harga, komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan prima kepada konsumen tidak akan goyah.
Pertamina Patra Niaga juga menganjurkan para pemilik kendaraan untuk selalu memilih jenis BBM yang sesuai dengan rekomendasi spesifikasi mesin kendaraan mereka. Langkah ini penting guna memastikan performa kendaraan tetap optimal dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.










Tinggalkan komentar