Kejutan di Pasar Valas! Rupiah Mendadak Perkasa, Tembus Rp17.704 per Dolar AS, Ada Apa di Balik Penguatan Ini?

Kejutan di Pasar Valas! Rupiah Mendadak Perkasa, Tembus Rp17.704 per Dolar AS, Ada Apa di Balik Penguatan Ini?

55 NEWS – Pasar keuangan Tanah Air kembali menyajikan dinamika menarik pada perdagangan Selasa (11/5/2026). Nilai tukar rupiah secara mengejutkan membuka sesi dengan performa gemilang, menunjukkan apresiasi signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda tercatat menguat 5 poin, atau setara dengan 0,03 persen, menembus level Rp17.704 per dolar AS. Penguatan ini sontak menjadi sorotan di tengah fluktuasi global yang masih membayangi.

COLLABMEDIANET

Pergerakan positif rupiah ini terjadi di tengah lanskap pasar valuta asing Asia yang cenderung bervariasi. Beberapa mata uang regional berhasil menunjukkan taringnya dengan penguatan yang cukup solid. Yen Jepang (JPY) terapresiasi 0,09 persen, diikuti oleh dolar Hong Kong (HKD) yang naik 0,03 persen. Peso Filipina (PHP) juga tak mau ketinggalan dengan penguatan 0,11 persen, sementara won Korea (KRW) tumbuh 0,04 persen. Bintang penguatan di kawasan ini adalah rupee India (INR) yang memimpin dengan lonjakan 0,42 persen.

Kejutan di Pasar Valas! Rupiah Mendadak Perkasa, Tembus Rp17.704 per Dolar AS, Ada Apa di Balik Penguatan Ini?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, tidak semua mata uang Asia bernasib sama. Beberapa di antaranya justru harus menelan pil pahit depresiasi. Dolar Singapura (SGD) melemah tipis 0,03 persen, diikuti oleh dolar Taiwan (TWD) yang tergerus 0,09 persen. Yuan China (CNY) juga menunjukkan pelemahan sebesar 0,05 persen, begitu pula baht Thailand (THB) yang turun 0,03 persen. Ringgit Malaysia (MYR) menjadi mata uang yang paling tertekan di antara yang lain, dengan depresiasi mencapai 0,19 persen.

Dinamika serupa juga terpantau di pasar valuta asing Benua Biru. Mata uang negara-negara Eropa bergerak variatif menghadapi dominasi dolar AS. Euro (EUR) dan pound sterling (GBP) kompak menunjukkan tren penguatan, masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,1 persen. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar global masih sangat sensitif terhadap berbagai faktor ekonomi dan geopolitik yang terus berkembang. Para pelaku pasar kini menanti perkembangan selanjutnya untuk mengukur keberlanjutan tren penguatan rupiah ini.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar