55 NEWS – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengukir capaian finansial yang mencengangkan pada tahun buku 2025, membukukan laba bersih sebesar USD 339,64 juta, atau setara dengan Rp 5,68 triliun. Angka fantastis ini bukan semata-mata dari operasional inti, melainkan didominasi oleh keuntungan buku (accounting gain) yang berasal dari keberhasilan program restrukturisasi utang yang komprehensif dan agresif.

Related Post
Keberhasilan restrukturisasi ini secara signifikan menyumbang pendapatan keuangan sebesar USD 519,92 juta bagi perseroan. Di dalamnya, terdapat laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat atau yang dikenal sebagai ‘haircut’ senilai USD 156,74 juta, menunjukkan efektivitas negosiasi dan strategi manajemen utang yang diterapkan KRAS dalam menyehatkan kembali fundamental perusahaan.

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara, serta para kreditur dan mitra bisnis, menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah," ujar Djohan dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia menambahkan, laba ini adalah titik awal yang disikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional.
Di samping keuntungan restrukturisasi, kinerja operasional KRAS juga menunjukkan geliat positif. Sepanjang 2025, pendapatan perseroan tercatat sebesar USD 959,84 juta atau sekitar Rp 16,05 triliun. Volume penjualan produk baja juga melonjak tajam, mencapai 944.562 ton, meningkat signifikan 29,0% dibandingkan periode tahun sebelumnya, menandakan pemulihan permintaan pasar dan efisiensi produksi yang membaik.
Transformasi finansial KRAS tidak hanya tercermin dari laba, tetapi juga dari penguatan struktur neraca. Total aset perseroan kini mencapai USD 2,77 miliar atau setara dengan Rp 46,24 triliun, menunjukkan fondasi yang semakin kokoh. Lebih lanjut, komitmen dalam melunasi kewajiban utang membuahkan hasil, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04% menjadi USD 2,04 miliar (Rp 34,11 triliun), memberikan ruang gerak finansial yang lebih besar bagi perusahaan untuk ekspansi dan inovasi di masa depan.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar