Laba Bulog Tembus Rp2,4 Triliun

Laba Bulog Tembus Rp2,4 Triliun

55tv.co.id – Perum Bulog menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun berjalan. Hingga akhir September 2026, perusahaan pengelola logistik pangan milik negara ini berhasil membukukan laba bersih mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp2,4 triliun. Capaian positif ini menjadi sinyal kuat mengenai kesehatan finansial perusahaan di tengah dinamika ekonomi nasional.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa angka tersebut bukan sekadar estimasi internal, melainkan hasil verifikasi resmi. Ia menjelaskan bahwa catatan laba tersebut telah melalui proses peninjauan langsung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) per tanggal 26 September 2026. Hasil audit tersebut memberikan validasi kuat terhadap kinerja manajemen Bulog selama periode berjalan.

Laba Bulog Tembus Rp2,4 Triliun
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Rizal mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan finansial yang diraih Bulog merupakan momentum yang membanggakan, terutama karena bertepatan dengan masa transisi dan penguatan pemerintahan. Ia menyebut capaian ini sebagai sebuah "kado" spesial bagi tahun kedua masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami merasa sangat bersyukur. Hasil tinjauan BPKP ini menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus menjadi kado indah bagi tahun kedua pemerintahan Bapak Presiden," ujar Rizal dalam sesi konferensi pers yang digelar pada Jumat (9/10/2026).

Meski telah mencatatkan angka yang besar, manajemen Bulog tidak lantas berpuas diri. Berdasarkan proyeksi optimis perusahaan, tren keuntungan ini diperkirakan akan terus menanjak hingga penutupan tahun buku 2026. Bulog menargetkan total laba bersih dapat melampaui angka Rp3 triliun pada akhir Desember mendatang.

Ada dua faktor utama yang menjadi mesin penggerak pertumbuhan laba Bulog tahun ini. Pertama adalah kemampuan perusahaan dalam menjaga margin keuntungan yang stabil di angka 7 persen. Margin ini menjadi fondasi penting dalam menjaga arus kas dan profitabilitas operasional perusahaan.

Faktor kedua yang sangat krusial adalah efisiensi beban keuangan melalui penghematan biaya bunga pinjaman. Bulog berhasil melakukan transformasi skema pembiayaan yang sangat signifikan. Jika sebelumnya perusahaan harus menanggung beban bunga pinjaman di kisaran 7 hingga 8 persen, kini beban tersebut berhasil ditekan secara drastis hingga menyentuh angka 3 persen saja.

Rizal merinci bahwa efisiensi ini terjadi berkat skema pembiayaan yang lebih cerdas. Dalam skema terbaru, bunga pinjaman ditetapkan sebesar 5 persen, namun pemerintah memberikan dukungan berupa subsidi sebesar 2 persen. Dengan adanya intervensi kebijakan tersebut, Bulog hanya perlu menanggung beban bunga riil sebesar 3 persen. Langkah strategis ini terbukti efektif dalam menekan beban keuangan dan memperlebar ruang laba perusahaan secara signifikan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar