Strategi Baru Cetak Wirausaha Muda Masa Depan

Strategi Baru Cetak Wirausaha Muda Masa Depan

55tv.co.id – Pemerintah terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah strategis ini dilakukan dengan mendorong lahirnya gelombang wirausaha baru yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan bersaing di kancah global.

COLLABMEDIANET

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menekankan bahwa kunci utama dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang tangguh adalah melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, upaya mencetak pengusaha produktif tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia akademisi, hingga sektor swasta.

Strategi Baru Cetak Wirausaha Muda Masa Depan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam sebuah kesempatan di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Helvi menjelaskan bahwa Kementerian UMKM tengah fokus pada program Bursa Wirausaha Unggulan. Program yang mengusung semangat "Berani Memulai, Bertumbuh, dan Berdampak" ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan ketenagakerjaan yang semakin dinamis, terutama bagi generasi muda.

"Menumbuhkembangkan UMKM berarti kita harus fokus pada dua hal: mencetak wirausaha baru dan memberikan fasilitasi agar mereka bisa tumbuh. Fasilitasi ini mencakup akses pembiayaan, perluasan pemasaran, hingga pendampingan yang berkelanjutan agar mereka bisa memberikan dampak nyata bagi ekonomi daerah," ujar Helvi.

Helvi juga menyoroti bahwa tantangan UMKM saat ini jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Persaingan yang semakin ketat di pasar domestik maupun internasional menuntut pelaku usaha untuk meninggalkan cara-cara konvensional. Inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi syarat mutlak agar UMKM tidak tergilas oleh zaman.

Dalam hal ini, ia melihat peran perguruan tinggi sangat krusial. Kampus dianggap sebagai pusat riset dan pengembangan teknologi yang dapat diimplementasikan langsung ke dunia usaha. Sementara itu, pemerintah daerah berperan penting dalam memetakan potensi serta kekayaan sumber daya lokal yang bisa diangkat menjadi produk unggulan.

Lebih lanjut, Helvi memberikan perhatian khusus pada potensi besar di Jawa Tengah. Dengan jumlah mahasiswa aktif yang mencapai ratusan ribu di berbagai perguruan tinggi, terdapat potensi ledakan lulusan baru setiap tahunnya. Ia mengingatkan agar talenta-talenta hebat ini tidak hanya berakhir menjadi pencari kerja, tetapi bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja.

"Jangan sampai surplus talenta hebat ini hanya menjadi pencari kerja. Kita harus mendorong mereka mengambil peran sebagai wirausaha produktif agar dapat menciptakan rantai ekonomi baru yang lebih kuat," tegasnya.

Langkah penguatan ekosistem ini juga didukung oleh payung hukum yang kuat, yakni Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi ini menjadi landasan bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pembiayaan hingga inkubator bisnis, untuk bergerak serentak dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar