Langkah Berani Danantara Bidik Migas AS

Langkah Berani Danantara Bidik Migas AS

55tv.co.id – Langkah strategis diambil oleh Danantara Indonesia dalam memperkuat eksistensinya di kancah energi global. Melalui unit holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), lembaga ini resmi mengucurkan dana jumbo sebesar USD250 juta atau setara dengan kurang lebih Rp4,6 triliun untuk menyuntik modal ke HighPeak Energy, Inc. (HighPeak). Perusahaan yang menjadi target investasi ini merupakan pemain kunci dalam industri minyak dan gas bumi yang berbasis di Texas, Amerika Serikat.

COLLABMEDIANET

Investasi besar ini dilakukan melalui mekanisme penerbitan saham preferen konvertibel (convertible preferred stocks) yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan. HighPeak sendiri dikenal sebagai perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam akuisisi, pengembangan, hingga eksplorasi dan eksploitasi sumber daya migas, khususnya di wilayah Permian Basin yang sangat prestisius.

Langkah Berani Danantara Bidik Migas AS
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Chief Executive Officer Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa. Menurutnya, keputusan ini merupakan implementasi langsung dari mandat DIM untuk menempatkan modal pada sektor-sektor strategis. Fokus utamanya adalah mencari instrumen yang mampu menghasilkan imbal hasil (return) yang berkelanjutan dalam jangka panjang, sembari tetap mengacu pada kepentingan nasional Indonesia.

"Investasi ini sangat selaras dengan visi kami untuk masuk ke sektor-sektor strategis yang memberikan keuntungan jangka panjang, sekaligus tetap mendukung agenda kepentingan nasional kita," ujar Pandu dalam pernyataan resminya di Jakarta.

Salah satu alasan kuat di balik pemilihan HighPeak adalah posisi geografis mereka yang sangat menguntungkan. HighPeak beroperasi di Permian Basin, sebuah kawasan yang diakui dunia sebagai salah satu pusat produksi minyak dan gas bumi paling vital di Amerika Serikat. Berdasarkan data dari US Energy Information Administration (EIA), wilayah Permian Basin ini memegang peranan krusial dengan menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak Amerika Serikat pada tahun 2025.

Pesatnya pertumbuhan produksi di wilayah tersebut, yang dimulai sejak tahun 2007, tidak lepas dari penggunaan teknologi mutakhir seperti pengeboran horizontal dan teknik rekahan hidrolik (hydraulic fracturing atau fracking). Hal inilah yang kemudian menarik perhatian Danantara.

Lebih jauh lagi, Danantara melihat adanya potensi transfer pengetahuan yang sangat berharga bagi industri energi dalam negeri. Pengalaman dan teknologi yang dikembangkan di Permian Basin dianggap memiliki relevansi tinggi untuk diterapkan di Indonesia, terutama dalam upaya mengoptimalkan lapangan migas domestik yang saat ini sudah memasuki fase matang.

"Jika kondisi reservoir di lapangan kita memungkinkan, teknik-teknik canggih ini dapat diadaptasi pada lapangan migas darat di Indonesia yang sudah tua. Tujuannya adalah untuk mendongkrak produktivitas sumur dan meningkatkan perolehan migas secara keseluruhan. Ini bisa menjadi model yang sangat relevan bagi masa depan energi kita," tambah pihak Danantara.

Dengan langkah ini, Danantara tidak hanya memperluas portofolio energinya ke pasar internasional, tetapi juga membangun platform investasi yang lebih terdiversifikasi secara global guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar