55tv.co.id – Sebuah terobosan signifikan tengah digulirkan untuk mengubah wajah energi nasional sekaligus mengangkat derajat petani. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kini menggenjot pengembangan ekosistem biomassa dari sisa hasil pertanian. Langkah strategis ini tidak hanya mempercepat pergeseran menuju energi yang lebih bersih, tetapi juga membuka keran pendapatan baru bagi sektor pertanian di seluruh penjuru negeri.

Related Post
Melalui inisiatif ini, limbah dan residu pertanian yang selama ini kerap terbuang, seperti sekam padi atau ampas tebu, disulap menjadi bahan bakar pembangkit listrik. PLN EPI membangun jaringan pasokan biomassa yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Kolaborasi erat dijalin dengan para petani, kelompok tani, badan usaha, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait. Tujuannya jelas: memastikan produksi, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa untuk program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dapat terpenuhi.

Mamit Setiawan, Sekretaris Perusahaan PLN EPI, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran ganda yang sangat strategis. Bukan hanya sebagai penopang kedaulatan pangan, namun juga sebagai pemasok bahan baku krusial bagi energi terbarukan. "Pertanian kini bukan cuma soal pangan, tapi juga bagian penting dari kemandirian energi nasional. Dengan mendayagunakan limbahnya, PLN EPI menciptakan jejaring biomassa yang memberikan manfaat berlipat bagi masyarakat, memperkuat pasokan energi primer, sekaligus mendorong transformasi energi yang lebih hijau dan lestari," ungkap Mamit baru-baru ini di Jakarta.
Pengembangan biomassa, menurut Mamit, adalah solusi cerdas yang menyatukan sektor pertanian dan energi dalam satu lingkaran ekonomi yang saling menguatkan. Selain efektif menekan jejak emisi karbon melalui penggunaan energi yang lebih bersih, inisiatif ini juga memacu terciptanya ekonomi sirkular di pedesaan. Namun, keberhasilan program ini tidak bisa dipikul sendiri. Mamit menekankan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, hingga seluruh lapisan masyarakat agar rantai pasokan biomassa dapat tumbuh berkelanjutan.
Ke depan, PLN EPI bertekad untuk terus mempererat kerja sama dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha. Harapannya, biomassa tidak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan, sekaligus memperkokoh kemandirian energi bangsa.










Tinggalkan komentar