Lompatan Ekonomi Fantastis! Kopi Koperasi Indonesia Guncang Aljazair dengan Ratusan Ton, Rahasia Suksesnya Bikin Penasaran Para Pebisnis!

Lompatan Ekonomi Fantastis! Kopi Koperasi Indonesia Guncang Aljazair dengan Ratusan Ton, Rahasia Suksesnya Bikin Penasaran Para Pebisnis!

55 NEWS – Sebuah tonggak sejarah baru dalam geliat ekonomi kerakyatan Indonesia tercipta. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, secara resmi melepas ekspor kopi dari Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) menuju Aljazair. Momen bersejarah ini berlangsung di Kampung Leuwinutug, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (17/1/2026), menandai keberhasilan koperasi lokal menembus pasar global yang kompetitif.

COLLABMEDIANET

Dalam sambutannya, Menteri Ferry tidak menyembunyikan rasa bangganya terhadap dedikasi para petani kopi yang bernaung di bawah Koperasi GLB. Keberhasilan mereka menembus kancah internasional menjadi bukti nyata potensi besar sektor koperasi dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Ekspor perdana ini melibatkan lima kontainer, memuat total 96 ton biji kopi pilihan yang siap memanjakan lidah konsumen di Afrika Utara. "Ini bukan hanya kebanggaan bagi Subang, tetapi juga kebanggaan nasional yang patut kita junjung tinggi. Koperasi GLB telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan visi, koperasi mampu naik kelas dan mendunia," tegas Menteri Ferry, mengutip pernyataan yang sebelumnya ia sampaikan kepada 55tv.co.id.

Lompatan Ekonomi Fantastis! Kopi Koperasi Indonesia Guncang Aljazair dengan Ratusan Ton, Rahasia Suksesnya Bikin Penasaran Para Pebisnis!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan koperasi tidak berhenti pada apresiasi. Sebagai langkah konkret, Menteri Ferry menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk segera mempercepat proses pencairan pinjaman modal bagi Koperasi GLB. Suntikan dana ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi ekspansi kegiatan ekspor koperasi, membuka peluang pasar yang lebih luas di masa mendatang dan memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global.

Lebih lanjut, Menteri Ferry menggarisbawahi pentingnya revitalisasi peran koperasi. Ia menyerukan agar gerakan koperasi kembali fokus pada sektor-sektor fundamental seperti produksi, distribusi, industri, dan perkreditan. Menurutnya, orientasi ulang ini adalah manifestasi nyata dari amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai pilar utama pembangunan. "Apa yang kita saksikan hari ini bukan sekadar transaksi ekspor, melainkan sebuah perwujudan dari cita-cita luhur para pendiri bangsa, dari Bung Karno hingga Bung Hatta, yang menginginkan kedaulatan ekonomi melalui koperasi. Kita sedang menjalankan konstitusi dengan sebaik-baiknya, membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkeadilan," pungkasnya, menegaskan visi jangka panjang pemerintah dalam memajukan sektor koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar