Lonjakan Pengguna Kartu Kredit Indonesia

Lonjakan Pengguna Kartu Kredit Indonesia

55tv.co.id – Tren digitalisasi sistem pembayaran di tanah air menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya pertumbuhan pesat dalam penggunaan instrumen pembayaran terbaru, yakni Kartu Kredit Indonesia (KKI). Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada pertengahan Agustus lalu, minat masyarakat terhadap inovasi finansial ini terus merangkak naik.

COLLABMEDIANET

Hingga memasuki pertengahan September 2026, data menunjukkan bahwa jumlah penerbitan KKI telah menembus angka 32.457 kartu. Angka ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem ekonomi digital nasional, di mana integrasi antara perbankan dan teknologi pembayaran semakin erat.

Lonjakan Pengguna Kartu Kredit Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, memberikan konfirmasi terkait capaian tersebut dalam konferensi pers resmi terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan September 2026. Ia menjelaskan bahwa lonjakan penetrasi KKI ini tidak lepas dari peran aktif berbagai perbankan nasional yang bertindak sebagai penerbit atau issuer.

"Sejak diluncurkan pada 17 Agustus hingga saat ini, sudah ada sebanyak 32.457 kartu yang diterbitkan. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah aktif digunakan, sementara sebagian lainnya masih dalam status terbit namun belum mulai bertransaksi," ungkap Filianingsih dalam keterangannya pada Rabu (23/9/2026).

Jika menilik lebih dalam mengenai distribusi pengguna, terdapat dinamika menarik di antara para bank pelopor atau first mover. Dari puluhan ribu kartu yang beredar, tercatat hampir 8.000 kartu telah aktif digunakan untuk berbagai keperluan transaksi. Dalam hal dominasi pasar, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memimpin jauh di depan dengan menyumbang sekitar 28.000 pengguna.

Menyusul di posisi berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Permata Tbk masing-masing mencatatkan sekitar 1.500 pengguna aktif. Kehadiran bank-bank besar ini memberikan kepercayaan bagi masyarakat untuk mulai beralih ke metode pembayaran berbasis kartu kredit nasional ini.

Pertumbuhan jumlah kartu ini juga berbanding lurus dengan volume transaksi yang terjadi di lapangan. Tercatat, akumulasi volume transaksi KKI telah menyentuh angka 38,8 ribu transaksi dengan total nilai nominal mencapai Rp18,7 miliar. Jika dirata-rata, nilai per transaksi atau ticket size berada di angka Rp482 ribu.

Filianingsih menambahkan bahwa daya tarik utama dari KKI terletak pada kemudahan skema pembayarannya. Masyarakat kini memiliki opsi skema pembayaran tertunda (deferred payment) yang sangat menguntungkan, yakni tanpa beban bunga selama pelunasan dilakukan tepat waktu.

Selain itu, KKI juga menawarkan fleksibilitas tinggi dalam ekosistem digital. Kartu ini dapat diintegrasikan langsung sebagai sumber dana (source of fund) pada fitur pembayaran QRIS. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi nontunai dengan lebih praktis, cepat, dan aman di berbagai merchant yang tersedia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar