Mengejutkan! Mentan Amran Pasang Target Beras 2,5 Juta Ton di 2026: Strategi Ganda Amankan Harga Petani dan Perkuat Cadangan Pangan Nasional!

Mengejutkan! Mentan Amran Pasang Target Beras 2,5 Juta Ton di 2026: Strategi Ganda Amankan Harga Petani dan Perkuat Cadangan Pangan Nasional!

55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah menetapkan target ambisius untuk penyerapan beras nasional. Ia membidik angka 2 hingga 2,5 juta ton pada musim panen raya 2026. Langkah ini bukan sekadar target kuantitas, melainkan strategi krusial untuk memperkokoh Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sekaligus menjamin stabilitas harga gabah yang menguntungkan bagi para petani di seluruh negeri.

COLLABMEDIANET

Pernyataan tersebut dilontarkan Amran usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Penetapan CPP Tahun 2026 yang berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/12/2025). "Target kami minimal 2 juta ton, dan akan sangat optimal jika bisa mencapai 2,5 juta ton," ujar Amran, menegaskan fokus pemerintah pada penguatan stok pangan nasional.

Mengejutkan! Mentan Amran Pasang Target Beras 2,5 Juta Ton di 2026: Strategi Ganda Amankan Harga Petani dan Perkuat Cadangan Pangan Nasional!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Amran menjelaskan, target serapan ini selaras dengan estimasi peningkatan produksi beras nasional pada tahun 2026. Pemerintah juga menunjukkan keseriusannya dengan merencanakan peningkatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari semula 3 juta ton menjadi 4 juta ton. Ini merupakan sinyal kuat bahwa negara siap menghadapi dinamika pasokan dan permintaan di sektor pangan strategis.

Dalam implementasi strategi ini, Mentan Amran menegaskan bahwa Perum Bulog akan memegang peranan sentral sebagai garda terdepan dalam menyerap hasil panen petani. Peran Bulog sebagai stabilisator harga gabah dan beras di pasar domestik telah terbukti krusial selama ini, memastikan rantai pasok berjalan efisien dan adil.

"Bulog akan menjadi entitas utama yang mengelola stok. Ini bukan hanya berlaku untuk beras, melainkan juga komoditas strategis lain seperti minyak goreng dan pangan pokok lainnya," jelas Amran. Ia menekankan filosofi bahwa "Negara hadir sebagai stabilisator" dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan ketersediaan pangan bagi rakyat, terutama di tengah potensi gejolak pasar global.

Amran lebih lanjut memaparkan, penguatan daya serap beras merupakan instrumen vital untuk mencegah gejolak harga. Dengan proyeksi panen raya yang mungkin tiba lebih awal di tahun 2026, tanpa intervensi kuat, potensi penurunan harga di tingkat petani bisa menjadi ancaman serius terhadap kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, dengan cadangan yang kokoh, pemerintah berupaya keras memastikan setiap butir produksi petani terserap secara optimal, melindungi pendapatan mereka dari fluktuasi pasar yang merugikan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar