55 NEWS – JAKARTA – PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, tengah mempersiapkan langkah strategis signifikan. Perusahaan ini secara aktif merespons tuntutan otoritas pasar modal terkait pemenuhan batas minimum kepemilikan saham publik, atau yang dikenal dengan istilah free float.

Related Post
Mandat dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat jelas: PGUN diwajibkan untuk meningkatkan porsi saham yang beredar di publik. Tahap awal menargetkan angka 12,5 persen paling lambat pada 31 Maret 2027. Selanjutnya, pada tahun 2028, porsi tersebut harus mencapai minimal 15 persen, menandai komitmen perusahaan terhadap transparansi dan likuiditas pasar.

Tamlikho, Direktur PGUN, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa saat ini, kepemilikan saham publik di perusahaan masih berada di level 7,62 persen. Angka ini menyisakan disparitas sekitar 4,88 persen yang harus dipenuhi untuk mencapai target awal BEI. Untuk mengatasi defisit ini, manajemen PGUN bersama dengan pemegang saham pengendali (PSP) sedang merancang strategi pelepasan saham ke pasar domestik yang terencana dan terukur.
Dalam sebuah sesi Pubex Live yang diselenggarakan baru-baru ini, Tamlikho menjelaskan, "Untuk memenuhi sisa kekurangan sekitar 4,88 persen pada tahap awal, Perseroan bersama pemegang saham pengendali telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik secara bertahap dan terukur. Pendekatan ini akan senantiasa memperhatikan dinamika kondisi pasar serta kepentingan jangka panjang seluruh pemegang saham." Pernyataan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menjaga stabilitas nilai investasi.
Manajemen PGUN memandang inisiatif pemenuhan batas minimum free float ini bukan sekadar kewajiban administratif. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk meningkatkan likuiditas saham, memperluas basis investor, dan pada akhirnya, meningkatkan nilai perusahaan di mata pasar. Kepatuhan terhadap regulasi BEI dipandang sebagai fondasi untuk membangun kepercayaan investor dan menarik minat pasar yang lebih luas, demikian laporan dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar