55tv.co.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kondisi perkebunan tebu rakyat di Indonesia. Sebanyak 86 persen dari total lahan tebu plasma dilaporkan tidak lagi produktif dan sangat membutuhkan peremajaan. Untuk mengatasi masalah krusial ini pemerintah telah mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp17 triliun.

Related Post
Dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Lampung Amran menjelaskan bahwa sebagian besar tebu rakyat saat ini sudah tidak layak panen. "Delapan puluh enam persen itu plasma tebu rakyat yang tidak layak harus dibongkar" tegas Amran mengutip arahan langsung dari Presiden untuk merevitalisasi sektor ini. Anggaran triliunan rupiah tersebut akan digunakan untuk merombak tanaman tebu lama dan menggantinya dengan varietas baru yang lebih unggul.

Langkah peremajaan ini menurut Amran merupakan pilar utama dalam strategi ambisius pemerintah untuk mempercepat terwujudnya kemandirian pasokan gula nasional. Program revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Amran menegaskan upaya mendongkrak produksi gula nasional tidak bisa hanya mengandalkan pembukaan lahan baru. Peningkatan produktivitas dari tanaman tebu yang sudah menua dan tidak lagi menghasilkan secara optimal juga menjadi kunci. Oleh karena itu peremajaan menjadi prioritas utama.
Program ini akan berjalan beriringan dengan ekspansi areal tanam tebu baru. Di wilayah Lampung saja pengembangan lahan tebu baru telah mencapai sekitar 30 ribu hektare. "Semoga saja bisa mencapai 100 ton per hektare" harapnya menunjukkan optimisme terhadap potensi peningkatan hasil panen yang signifikan dari program komprehensif ini.










Tinggalkan komentar