Mentan Amran Temui Ribuan Petani Indramayu

Mentan Amran Temui Ribuan Petani Indramayu

55tv.co.id – Langkah persuasif diambil oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam menghadapi gelombang aspirasi dari sektor agraria. Pada Kamis (24/9/2026) pagi, Amran secara mengejutkan langsung menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang telah memadati Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta. Pertemuan ini menjadi momen krusial karena dilakukan tepat sebelum para petani tersebut melancarkan aksi demonstrasi dalam rangka memperingati momentum Hari Tani Nasional.

COLLABMEDIANET

Keputusan Mentan untuk turun langsung menemui massa terjadi sesaat setelah para petani tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan jauh dan melaksanakan salat subuh. Alih-alih menggunakan pendekatan keamanan, Amran memilih metode dialog terbuka. Ia ingin mendengarkan secara langsung setiap keluhan dan kendala teknis yang selama ini menjadi penghambat utama produktivitas pertanian di wilayah Indramayu.

Mentan Amran Temui Ribuan Petani Indramayu
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam sesi audiensi yang berlangsung penuh emosional tersebut, para petani memaparkan rentetan persoalan yang selama ini mencekik ekonomi mereka. Masalah utama yang disorot adalah krisis air pada lahan sawah tadah hujan serta minimnya infrastruktur irigasi yang memadai. Selain itu, petani juga menuntut kepastian distribusi pupuk serta pemenuhan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang lebih merata.

Salah satu keluhan yang paling menyayat hati adalah kondisi lahan tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Petani mengeluhkan ketimpangan antara biaya produksi dengan hasil panen. Meski mereka sudah berupaya menanam hingga dua kali dalam setahun, namun karena keterbatasan air, hasil panen yang bisa dinikmati hanya satu kali saja.

"Pak Amran, kami ini petani tadah hujan. Sudah lama kami berjuang. Tiap tahun kami menanam dua kali, tapi yang bisa kami panen cuma satu kali," keluh salah seorang petani di tengah audiensi.

Selain masalah air, para petani juga menyoroti kebutuhan akan irigasi perpompaan (irpom). Meski pemerintah telah menyalurkan bantuan irpom sebelumnya, jumlahnya dinilai masih sangat jauh dari kebutuhan nyata di lapangan, terutama bagi 24 basis kelompok tani di wilayah tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat menambah kuota bantuan irpom agar cakupan pengairan bisa menjangkau seluruh lahan yang membutuhkan.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menunjukkan sikap tegas terhadap birokrasi yang lamban. Ia menyoroti adanya potensi sumber air dari Bendungan Cipanas yang jaraknya hanya berkisar 1 hingga 5 kilometer dari lahan pertanian warga. Padahal, sebelumnya sudah ada pendataan untuk pembangunan jalur irigasi sepanjang 24,75 kilometer, namun hingga kini belum ada realisasi nyata di lapangan.

Secara spontan, Amran langsung menghubungi pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Cisanggarung untuk menanyakan progres pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT) serta infrastruktur pengairan dari Bendungan Cipanas. Ia menekankan bahwa masalah ini tidak boleh ditunda-tunda karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Ini sudah dua tahun didemo. Ini rakyat kita, saudara kita, anak kita. Bagaimana progres programnya? Ini harus segera dicek," tegas Amran saat berbicara melalui telepon dengan pihak BWS.

Mentan bahkan memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan panen petani sangat bergantung pada ketersediaan air. Jika kendala anggaran menjadi alasan, Amran menyatakan kesiapannya untuk mengalihkan anggaran dari Kementerian Pertanian demi menyelesaikan masalah pengairan ini.

"Kalau tidak ada anggarannya, saya pindahkan dari Kementerian Pertanian. Bisa? Berapa biayanya? Bisa tidak selesai masalah ini? Inilah gunanya kita melayani rakyat," pungkasnya dengan nada tegas. Ia juga menginstruksikan agar pengawalan terhadap proyek irigasi di wilayah Kecamatan Kroya, Gantar, dan sekitarnya dilakukan secara ketat hingga tuntas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar