Misi Besar Sarmuji Selamatkan Industri Tekstil

Misi Besar Sarmuji Selamatkan Industri Tekstil

55tv.co.id – Langkah baru dalam kabinet pemerintahan mendatang mulai menunjukkan arah kebijakan yang jelas, terutama di sektor manufaktur. Muhammad Sarmuji, yang baru saja resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian, langsung menegaskan komitmennya untuk melakukan perombakan besar-besaran pada sektor-sektor strategis. Fokus utamanya bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan keberlangsungan industri padat karya yang menjadi tumpuan hidup jutaan pekerja di Indonesia.

COLLABMEDIANET

Dalam pernyataan pertamanya usai prosesi pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026), Sarmuji tidak menampik bahwa tanggung jawab yang dipikulnya sangatlah masif. Ia menyadari bahwa sektor industri harus mampu bertransformasi menjadi daya ungkit atau leverage utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mesin penyerap tenaga kerja yang efektif.

Misi Besar Sarmuji Selamatkan Industri Tekstil
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Ini adalah tugas yang barangkali cukup berat. Sektor industri harus menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja secara luas," ujar Sarmuji dengan nada optimis namun tetap realistis.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama Sarmuji adalah nasib industri tekstil dan alas kaki (sepatu). Kedua sektor ini dikenal sebagai tulang punggung industri padat karya di tanah air. Namun, tantangan global dan dinamika pasar saat ini menuntut adanya pembenahan struktural agar industri ini tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

Sarmuji menekankan bahwa langkah pembenahan tidak akan dilakukan secara serampangan, melainkan melalui pendekatan bertahap yang terukur. Ia ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat langsung menyentuh akar permasalahan di lapangan, terutama pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah.

"Kami akan mengutamakan industri yang berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja. Industri seperti tekstil, sepatu, dan sektor serupa lainnya harus menjadi prioritas utama dalam agenda kerja kami," tambahnya.

Lebih lanjut, Menteri Perindustrian yang baru ini menyadari bahwa Kementerian Perindustrian tidak bisa bekerja dalam isolasi. Untuk menciptakan ekosistem industri yang sehat, diperlukan sinergi lintas sektoral yang kuat. Sarmuji menyebutkan pentingnya koordinasi intensif dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Menurutnya, kerja sama dengan kementerian tersebut sangat vital, terutama dalam mengawal sisi hulu investasi. Tanpa aliran investasi yang tepat sasaran dan kebijakan hilirisasi yang mendukung, upaya penguatan industri di sisi hilir akan sulit tercapai secara maksimal. Dengan adanya integrasi antara kebijakan investasi dan strategi pengembangan industri, Sarmuji berharap Indonesia dapat membangun fondasi manufaktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar