55 NEWS – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi membantah klaim sensasional yang menyebutkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menemukan data rekening milik mantan Presiden RI Joko Widodo senilai ribuan triliun rupiah di sebuah institusi perbankan di Tiongkok. Informasi yang sempat memicu spekulasi luas di tengah masyarakat ini dipastikan sebagai berita bohong atau hoaks.

Related Post
Melalui akun resmi Pusat Pelaporan dan Informasi Data (PPID) Kemenkeu di platform media sosial, pihak kementerian mengeluarkan pernyataan tegas. Langkah ini diambil untuk meredam potensi kegaduhan dan disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas informasi publik, terutama yang menyangkut integritas pejabat negara dan keuangan negara.

"Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank Cina adalah tidak benar atau Hoaks," demikian penegasan Kemenkeu, sebagaimana dikutip oleh 55tv.co.id pada Kamis (15/1/2026).
Klarifikasi ini menjadi krusial menyusul viralnya sebuah video di platform TikTok. Video tersebut menyebarkan narasi yang sangat provokatif, berbunyi: "Purbaya temukan data uang Jokowi ribuan triliun disimpan di bank China karena maksa 3 periode ternyata ini jawabannya." Narasi semacam ini, yang mengaitkan isu keuangan dengan motif politik, berpotensi memecah belah dan menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Menyikapi maraknya penyebaran informasi palsu, Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan melakukan verifikasi silang terhadap setiap informasi yang diterima. Penting bagi publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang mencatut nama pejabat negara atau institusi pemerintah, terutama jika bertujuan untuk menyebarkan agenda yang tidak bertanggung jawab atau merusak reputasi.
"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya," tegas Kemenkeu, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan bebas dari disinformasi.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar