55tv.co.id – PT PLN Energi Primer Indonesia PLN EPI tengah mengukir sejarah baru dalam lanskap energi Nusa Tenggara. Sebuah proyek ambisius berupa pengembangan jaringan logistik gas alam cair LNG raksasa sedang digarap untuk mentransformasi pasokan listrik di wilayah tersebut. Inisiatif ini bertujuan memasok gas ke sejumlah pembangkit listrik berkapasitas total 477 megawatt MW sekaligus mengakhiri dominasi bahan bakar minyak BBM.

Related Post
Infrastruktur midstream berbasis LNG ini direncanakan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2029. Jaringan distribusi gas akan menjangkau pulau-pulau vital seperti Lombok Sumbawa hingga Flores. Langkah strategis ini bukan hanya sekadar penggantian bahan bakar namun juga upaya serius memperkokoh stabilitas pasokan energi primer serta sistem kelistrikan di seluruh kawasan Nusa Tenggara yang selama ini masih bergantung pada BBM.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menegaskan urgensi pembangunan infrastruktur LNG ini. Menurutnya karakteristik geografis dan sistem kelistrikan Nusa Tenggara sangat berbeda dari wilayah yang sudah memiliki jaringan pipa gas. Di Lombok misalnya pasokan gas langsung dari hulu belum tersedia. Oleh karena itu infrastruktur midstream mutlak dibutuhkan agar gas dapat diantarkan langsung ke pembangkit listrik.
Pada fase awal jaringan logistik LNG ini akan melayani lima lokasi pembangkit utama. Yaitu PLTMG Lombok Peaker PLTMG Lombok-2 Sambelia Sumbawa Flores dan Maumere. Kebutuhan gas rata-rata untuk seluruh jaringan ini diperkirakan mencapai 39.8 BBTUD. Program gasifikasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan kinerja pembangkit yang sebenarnya mampu menggunakan gas namun selama ini masih mengandalkan BBM.
Substitusi BBM dengan gas ini diharapkan membawa dampak positif ganda. Selain meningkatkan efisiensi penggunaan energi primer langkah ini juga akan secara signifikan menekan emisi gas buang. Gas alam dikenal jauh lebih bersih dibandingkan bahan bakar minyak. Seperti disampaikan Erma peralihan sumber energi ini tidak hanya lebih efisien tetapi juga lebih ramah lingkungan dibandingkan BBM.
Untuk menopang kelancaran distribusi LNG ke kelima lokasi tersebut PLN EPI telah menyiapkan satu kapal pengangkut LNG carrier berkapasitas 22.000 CBM. Kapal ini akan berlayar dengan siklus perjalanan sekitar 10 hari untuk satu putaran penuh roundtrip mendistribusikan LNG secara bergilir ke seluruh titik dalam jaringan Nusa Tenggara.
Di sisi penerima setiap pembangkit akan dilengkapi fasilitas khusus. PLTMG Lombok Peaker akan memiliki unit tangki berkapasitas 8.000 m3 dengan kemampuan regasifikasi 32.07 MMSCFD. Sementara itu PLTMG Lombok-2 di Sambelia disiapkan dengan tangki 5.000 m3 dan kapasitas regasifikasi 23.75 MMSCFD. Fasilitas di Sumbawa akan dilengkapi tangki 7.500 m3 dengan kapasitas regasifikasi 29.29 MMSCFD. Untuk Flores disiapkan tangki penyimpanan 2.500 m3 dengan kapasitas regasifikasi 19.08 MMSCFD. Terakhir Maumere akan memiliki kapasitas penyimpanan LNG 4.500 m3 dan kapasitas regasifikasi 9.50 MMSCFD.










Tinggalkan komentar