55tv.co.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK kini gencar memperkuat program literasi dan inklusi finansial dengan menyasar sejumlah kelompok masyarakat yang dianggap krusial. Langkah strategis ini diambil menyusul temuan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan SNLIK 2026 yang mengindikasikan adanya kesenjangan pemahaman finansial di berbagai lapisan masyarakat.

Related Post
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sebuah konferensi pers di kantor BPS Jakarta pada Senin 10 Agustus 2026 menjelaskan bahwa OJK telah menetapkan prioritas sasaran. Kelompok ini meliputi penduduk pedesaan generasi muda dan lansia para petani dan nelayan hingga individu dengan tingkat pendidikan rendah serta mereka yang berpenghasilan di bawah Rp2500000 setiap bulan. Mereka adalah segmen yang memiliki indeks literasi dan inklusi keuangan lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Friderica juga memaparkan hasil survei tahun 2026 secara umum menunjukkan perkembangan positif yang sangat menggembirakan. Peningkatan ini terlihat merata berdasarkan klasifikasi wilayah gender dan kelompok usia.
Lebih menarik lagi capaian indeks literasi dan inklusi keuangan nasional pada periode ini ternyata berhasil melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2025-2029. Sebelumnya Otoritas memproyeksikan target literasi finansial sebesar 6935 persen dan inklusi finansial 93 persen baru akan tercapai pada tahun 2029. Pertumbuhan impresif ini mencerminkan perluasan pemahaman serta akses keuangan yang semakin merata dan menjangkau seluruh pelosok negeri.










Tinggalkan komentar