55 NEWS – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), atau yang lebih dikenal sebagai PT SMI, kembali mengukuhkan komitmennya dalam pembangunan nasional dengan menerbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS). Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026, dengan target indikasi penerbitan mencapai Rp300 miliar. Instrumen investasi ini dirancang khusus untuk memperluas jangkauan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Related Post
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menyambut inisiatif ini dengan optimisme tinggi. Ia berharap instrumen ORIS dapat menjadi katalisator strategis yang secara signifikan memperluas basis investor domestik. "ORIS adalah manifestasi nyata dari transformasi PT SMI sebagai Lembaga Keuangan Pembangunan (DFI) yang semakin inklusif," ujar Reynaldi dalam keterangannya baru-baru ini. Ia menambahkan, "Kami ingin masyarakat tidak hanya berperan sebagai penonton, melainkan menjadi aktor aktif yang terlibat langsung dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian, penerbitan ORIS ini diharapkan mampu memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang berorientasi masa depan."

Seluruh dana yang berhasil dihimpun melalui penerbitan ORIS ini akan dialokasikan secara cermat untuk membiayai proyek-proyek yang terbukti memberikan dampak positif signifikan terhadap aspek sosial dan lingkungan. Alokasi ini sepenuhnya selaras dengan Kerangka Pendanaan Berkelanjutan (Sustainable Funding Framework) PT SMI. Proyek-proyek yang menjadi target meliputi sektor ‘hijau’ seperti pengembangan energi terbarukan dan inisiatif transportasi ramah lingkungan, serta sektor ‘sosial’ yang mencakup pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan akses air bersih. Kerangka pendanaan ini tidak hanya menjamin prinsip keberlanjutan, tetapi juga akuntabilitas dan transparansi dalam setiap penggunaannya. Kredibilitas instrumen ini semakin diperkuat dengan peringkat nasional idAAA dari Pefindo, sebuah validasi atas keandalan dan akuntabilitasnya di pasar modal.
Menegaskan fondasi kehati-hatian dan tata kelola yang kuat sebagai pilar utama Perseroan, Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, menyatakan, "Sebagai DFI, setiap instrumen yang kami terbitkan dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif dan berlapis." Ia menjelaskan lebih lanjut, "Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang sangat ketat, mencakup aspek kelayakan finansial, dampak sosial-lingkungan, hingga keberlanjutan jangka panjangnya. Kami bertekad memastikan bahwa investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga keyakinan penuh bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa," pungkas Pradana. Ini menunjukkan komitmen PT SMI terhadap integritas dan keberlanjutan dalam setiap langkah pembiayaan infrastruktur.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar